CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 31 Desember 2012

Untukmu~

Lihat malam ini aku menangis lagi.

Sama seperti langit yang tak ingin meninggalkan tahun hari akhirnya di tahun ini.

Entahlah, apakah langit terlalu menyimpan banyak pilunya, kenangannya, atau bahagianya.

Lihatlah hujan enggan pergi sama seperi air mata ku yang berserakan di pipi.

Lihatlah aku mengingat lagi tentangmu, merindu lagi pelukmu, patah lagi karena sakitnya.

Luka ini harus sembuh. Iya harus entah bagaimana caranya.

Bagaimana bisa aku selalu hadirkan mu dalam setiap malamku. Bagaimana bisa?

Lihat sayang, jika ini bukan CINTA bagaimana bisa aku seterluka ini?

Lihat sayang, jika ini bukan CINTA bagaimana bisa aku secemburu ketika tau kau dengannya?

Lihat sayang, jika ini bukan CINTA bagaimana bisa aku terus merindu mu?


Kamu pikir air mata ini masih mengalir ditiap kali dinding-dinding kenangan memengapkanku karena siapa?
Kamu pikir sejauh ini aku berlari menjauhi rindu karena siapa?
Kamu pikir diam hatiku menuruti keinginanmu karena siapa?
Kamu pikir ceritaku terhenti di sebuah koma karena siapa?
Kamu pikir aku membunuh tiap harapan yang selama ini hidupi senyumku karena siapa?
Kamu pikir aku melepaskan kepergianmu untuk siapa?
Untukmu, sayang..
Karena kamu, sayang..
Sayangnya, kamu belum juga menyadarinya.
Ini semua untukmu. Bahagiamu~

Sabtu, 22 Desember 2012

Terimakasih Sudah Melahirkanku, Ma

Ma, lihat anak gadismu ini, dia sudah tumbuh menjadi dewasa.
Lihat Ma, dia sudah setinggi mama bahkan melebihi tinggi mama.
Dia sudah tumbuh menjadi gadis cantik, pintar, dan baik.
Dia sedang serius mencari jati dirinya di kota rantaunya.
Mama tak usah khawatir walau ada jarak yang memisahkan kita.
Disini aku baik-baik saja Ma.
Disini aku sedang menikmati muda ku.
Disini aku sedang menikmati kisah-kisah yang Tuhan titipkan kepadaku.
Disini aku sedang belajar bagaimana menjadi seperti mu, Ma.

Ada kerinduan yang begitu dalamnya, Ma.
Aku percaya Mama juga merasakan hal yang sama.
Walau kita tak saling bertutur jujur kalau kita sedang merindu.
Ada rasa hilang yang begitu tara.
Ketika sehari saja ketika kau lupa untuk menanyai kabarku.

Mama disana baik-baik saja kan?
Jangan segan untuk bercerita ketika merasa sepi.
Jangan takut seperti aku Ma, yang tak mampu bercerita ketika sedang jatuh dan patah hati.

Ma suatu hari nanti akan tiba waktunya dimana aku akan menjadi seperti Mama
Seperti Mama kepada Papa, aku akan...
Membangunkan suamiku untuk sholat tahajjud dan subuh berjamaah
Membuat secangkir kopi dan roti bakar selai kacang untuk sarapan bersama.
Menyiapkan air hangat untuk mandi pagi suamiku.
Menyiapkan baju kerja dan memasangkan dasi suamiku.
Menyalami suamiku ketika ia berangkat untuk menafkahi keluargaku.

Ma suatu hari nanti aku akan seperi Mama
Seperti Mama memperlakukan anak-anaknya, aku akan..
Menjaga dengan kasih sayang buah hatiku selama 9 bulan yang hidup di rahimku
Melahirkan anak-anakku yang cerdas dan soleh dengan taruhan nyawaku sendiri
Menyusui ketika anak-anakku sudah mampu melihat dunia
Menggati popoknya, memandikannya..
Ketika anankku mulai tumbuh..
Takkan lupa akan kutemani dia yang hendak tidur dengan dongeng-dongeng
Takkan lupa aku dan suamiku mengajari cara ia bertutur cara ia berjalan..
Takkan lupa aku dan suamiku membimbing mereka mengenal Tuhannya
Takkan lupa aku dan suamiku mengenalkan mu sebagai neneknya
Takkan lupa aku mengajari anak-anakku untuk selalu bermimpi..
Sampai suatu hari nanti anak-anakku akan menjadi cucu-cucumu yang mampu tumbuh dewasa dan berhasil mengarungi dunia.

Atas keringat mu yang tak pernah berhenti bercucur untuk membesarkanku, terimakasih sudah melahirkanku, Ma. Cintamu yang baik adalah harta yang abadi.


sumber gambar : google

Happy Mother's Day MAMA



Rabu, 19 Desember 2012

Awal yang Tak di Sangka #FF2in1 Nulisbuku.com

#coveredSongby:  CARLY RAE JEPSEN - CALL ME MAYBE 

Malam itu dalam kegirangan aku sedang bersenda gurau menghabiskan waktu ku di halaman burung biru itu. Aku sibuk saja berkicau , entahlah rasanya aku tak pernah kenal lelah untuk mengantarkan pesan sebanyak 140 karakter dalam halaman itu bersamamu. Sebut saja aku Ariska dan dia Esha. Kita tak pernah kenal sebelumnya tak pernah tau siapa diantara kita senyatanya.

Dalam senda gurau kita di halaman burung itu, tetiba aku mendapatkan Direct Message darimu

@Esha : Ariska, kamu mempesona malam ini walau hanya lewat kicauanmu. Terlihat cerdas rasanya

@Ariskaa : Ah, sudahlah Esha jangan terlalu tinggi memuja ku.

@Esha : Bukan memuja mu, aku hanya ingin berdamai dengan 'penasaran' dan menikahi 'pertemuan' bersamamu kemudian akan ku lahirkan 'cinta' untukmu, Riska.

@Ariskaa : Ah, Esha kau sungguh pandai berdawai dengan kata-kata ini. .

@Esha : Bukankah Tuhan memiliki cara yang berbeda untuk menuliskan kisah pertemuan sepasang kekasih.

@Ariskaa : hah?????

@Esha : Mana tau kau jodoh yang dititipkan Tuhan untukku lewat twitter ini.

@Ariskaa : Sungguh pembual kau, Esha.

@Esha : Sudahlah, Riska jangan kau bilang aku pembual. Kita ini hampir 1 tahun kenal di twitter. Tak pernahkah terlintas untuk bertemu?

@Ariskaa : Buat apa bertemu?

@Esha : Buat membuktikan aku bukan pembual

@Ariskaa : -___-"

@Esha : Hey, I just met you, And this is crazy, But here's my number, 085763426789 So call me, maybe?


Aku terdiam menertawakan perbicangan Direct Message ini. Tersamar aku memperhatikan nomor mu. Aku mulai menyalin ke Handphone kemudian dengan jantung yang berdegup kencang aku tekan tombol hijau yang ada di Handphone ku. 
Tuuuttt..Tuuttt..

Tersambung..

"Halo.."

Terdengar suara basah dan tegas lelaki yang bernama Esha itu.

Mungkinkah ini awal skenario Tuhan untuk mengenalmu sampai pada titik yang disebut "kebahagiaan"?

Seharusnya Kita 'Tak Ada' #FF2in1


Sendiri, sendiri ku diam, diam dan merenung

Merenungkan jalan yang kan membawaku pergi
Pergi tuk menjauh, menjauh darimu
Darimu yang mulai berhenti
Berhenti mencoba, mencoba bertahan
Bertahan untuk terus bersamaku

“Nay, aku gak bisa sama-sama kamu lagi mulai saat ini. Aku gak bisa terus berjuang untuk hubungan ini.” Hendru memeluk tubuhku dengan dekapan kuat sambil membisikkan kalimat itu.

“Nay…sudahlah jangan kau jawab dengan tangisan itu, aku tak sanggup mendengarnya”. Hendru kembali berbisik di daun telingaku.

“Ndru…jika kau tak sanggup mendengarkan isak tangisku mengapa kau sanggup menyakiti hatiku?”
Aku bergumam dengan suara yang pilu.

“Nay…..”

“Ndru…
Seharusnya aku menyerah, di detik pertama aku sadar sentuhan kita hanya memperanak duka”.
“Ndru….Seharusnya aku menyerah, di rindu pertama aku sadar akan makin banyak rindu tak terbayar dari penatian kita”.
“Ndru…. Seharusnya aku tak membiarkan mimpi-mimpi ku bergandengan mesra dengan harapanku padamu”.
“Ndru… Seharusnya kita…”

Tak sempat aku melanjutkan kalimat, Hendru melepaskan tubuhnya dari tubuhku

“Nay… Sudahlah… Aku harus pergi saat ini juga.. Maafkan duka lara yang aku berikan”.

“Hendru? Segampang itukah?” Aku mulai mengiba mengatur jarak kemudian pergi.

Hendri diam, dia sama sekali tak menahanku.

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali
Ku coba meraih mimpi
Kau coba ‘tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu
Aku berlari secepat mungkin aku mengatur jarak agar jauh darinya.

“Ndru… dulu kamulah orang yang memintaku untuk sama-sama berjuang dalam kisah yang kita bangun tapi kamu juga adalah orang yang meminta untuk menyerah dengan kisah ini..”


Bayangkan.. bayangkan ku hilang, hilang tak kembali
Kembali untuk mempertanyakan lagi cinta
Cintamu yang mungkin, mungkin tak berarti
Berarti untuk ku rindukan



Selasa, 18 Desember 2012

Nasihat Sang Malam



Hai malam apa kabar? Belakangan ini hujan terus saja menyelimutimu dengan kedinginan, apa kau baik-baik saja? 

Hai Fika, aku kira kamu sudah lupa denganku. Tak usah khawatir fika, aku sudah terbiasa dengan dingin, mereka menjadi bagian dalam hidupku, hujan juga menjadi temanku di kala aku kesepian. Awan juga selalu menghangatkanku dikala menggigil. Bagaimana kabarmu Fika? 

Hai malam, tak mungkin aku bisa melupakanmu, rumah yang selalu menjadi tempat aku merasakan duka dan bahagia. Rumah yang selalu menjadi tempatku pulang. Kabar ku? Aku baik-baik saja malam. 

Hai Fika, kamu baik-baik saja? bukankah itu kebohongan? aku mengenalmu sejak kau mengajakku untuk berteman. 10 tahun yang lalu sejak kau mampu menikmati aku sebagai tempat mu tertawa dan menangis. Bukan waktu yang sebentar. Jadi kau tak bisa memalsukan wajahmu di hadapanku.

Malam, apakah kau marah denganku? Maaf, belakangan ini aku tak menghampiri mu. Aku tak bisa bercerita. Terlalu banyak beban dipundakku. Malam, apakah kau tak rindu dengan cerita-cerita ku? 

Fika, Aku justru menunggu mu untuk menghampiriku bercerita. Bukankah aku tempat keluh duka mu juga. Aku rindu mendengar isi hatimu, rindu tawa & tangismu memanggil namaNya.

Baiklah, aku akan mulai bercerita, malam. Mau aku mulai dari mana? Kisahku tentang dia yang selalu aku ceritakan? Atau kuliah ku yang mulai susah? atau Organisasiku yang mulai menjelma jadi mosnter? atau…

Hai fika, sebelum kau mulai bercerita bolehkah aku bergantian berkelu kesah padamu… Dari semua cerita yang nanti akan kau ceritakan kau temuilah dari kelu kesah yang akan ku sampai kan padamu.

Ah malam, kau menjengkelkan padahal baru saja aku ingin bercerita..tapi baiklah malam, aku siap setia mendengarkan…

Hai fika, sudah lama sekali kau tidak menggunakan mukenamu di dini hariku. Aku rindu pada Tahajudmu yang dulu selalu kau dirikan kepada Dia yang menciptakan aku sebagai malam.

Hai Fika, kamu tau..aku ingin sekali mendengar lantunan Qur’an mu dan tangismu karenaNya. 

Hai Fika, untuk apa menangis sambil meringkuk dibawah selimut tebalmu? Menangislah diatas Sajadah dan basahi Mukenamu.

Hai Fika, terkadang aku bosan dengar kau mendendangkan lagu2 sendu tentang hidup. Maukah kali ini kau keluarkan lantunan merdu ayat2Nya dari bibirmu

Hai Fika, aku menunggumu di malam yang dini hari. Bukan untuk terus memainkan jari membuat kata-kata konyol memenuhi halaman burung biru itu. Twitter.

Hai Fika, aku akan menunggumu di malam yang dini hari selanjutnya. Pakai mukenamu. Bersyukurlah dan Bersujudlah padaNya!!


Hai malam, aku tak jadi bercerita. Ternyata ada banyak hal yang aku lewatkan beberapa waktu ini. Malam, kau begitu peka dan hangat memberi nasihat ini. Aku hanya bisa berterimakasih. Inilah alasan mengapa aku selalu mencintai mu malam, karena kau selalu punya jawaban di dalam kesunyian dan ke asaan. Aku mencintaimu dengan baik, malam :*


Sang penikmat malam,

Rafika

Selasa, 11 Desember 2012

You Know Everythings is You

Ironisnya, kadang yang memaksamu menyerah adalah orang yang sama yang dulu memintamu untuk berjuang.

One night I stand I remind of youOur hope and dreamTears in my eyesWhen you gone so fastWhen I realized you know I can be perfect

Dalam jarak sedekat ini mata kita bertemu .Dalam jarak sedekat ini tangan kita saling menguatkan. Dalam jarak sedekat ini kita saling pasrah. Dalam jarak sedekat ini kita saling menyerah. Ada yang beda dari malam sebelumnya di saat kamu memangkul mesra tubuhku. Berdialog romantisme malam sebelum sejenak saat kita tertidur. Sebelum sesaat kita terlelap. Ada yang sakit di dada ini menikam-nikam sampai sesak rasanya.
Langit malam pun takkan menyangka bahwa ada hujan di malam ini. 

I fall from youYou make me like I can't stand with youYou make me like I can't live with youI can't hold your handSo please don't let me down

Rasanya baru saja kamu memintaku untuk berjuang, rasanya baru saja kamu memintaku bertahan, dan juga baru saja kamu memintaku untuk tetap di samping mu. Aku takkan bisa menjelaskan haru mendung perasaan ku saat kau memilih untuk menyudahi semua. Seketika aku kalap. Hujanpun menyandera pipiku. Dalam waktu secepat itu mengapa kamu yang kalah dalam perang? Mengapa kamu yang lari? Mengapa kamu menghancurkan satu hal yang aku percayakan? Dan sekarang kamu berhasil membuatku jatuh.

I try to be a strongerWhen I know everything overEverytime I feelEveryday I thinkI never see you once again

Aku takkan bisa sepertimu yang kuat. Sudah ku coba tapi tetap saja tak bisa. Setelah aku mengerti kamu tak lagi di sampingku. Setelah aku pahami kamu menyerah. 

I know I can't be strongerEven I try to forget youOh no I missing youI need It's you

Sampai saat inipun aku masih mencambuki perasaaanku untuk melupakan lembaran tentangmu. Surat-surat yang ku tulis dengan kisah bahagia masih tersimpan rapih di dalam nafas ini. Semakin ku coba aku semakin sakit. Yang ku tau mencoba melupakanmu adalah kesakitan-kesakitan. Raga ini masih membutuhkanmu.

So please don't make me feel likeI keep you in my heart
I miss your smile I miss your faceI need you hear I need your hugs
In everynight in everydayLike you want me to be
Masih adakah tempat untukku di dadamu? Dalam tawa yang pernah kita ciptakan, dalam raga yang pernah kita satukan, dalam sela jemari yang pernah kita genggam., dalam kecup yang pernah kita berikan, dalam erat semua rasa yang pernah kita leburkan. Dalam kata "aku" dan "kamu" lalu menjadi "kita". Aku mengenangmu dalam sakit yang sekarat. Cobalah mengerti.

I miss your voice I miss your laughI need your hear I need your hugIn everynight in everydayIs you
You know everything is youYou know everything is youYou know everything is youYou know everything ... You know everything ... Is you
And you still everything for me.
Entahlah aku merindukan semua tentang mu. Dalam setiap lirik ini yang aku selalu nyanyikan di senja pagi untuk sekedar menumpah rasa rindu. Cium sembilan titik yang selalu kamu ucapkan di sela pintu mimpiku. Aku merindukanmu seseorang yang tega membiarkan ku terluka. Sungguh. Aku merindukanmu. 

SOUNDTRACK : STILL VIRGIN _ HATE TO MISS SOMEONE

Minggu, 02 Desember 2012

Bersandar di Pelukmu

(source this picture : google)

Baca baik-baik aku akan memberitahukanmu sesuatu. Tentang dia.

Tentang dia. Seseorang yang ku kenal dengan baik.
Dia sudah mengalami banyak hal. Banyak sekali.
Ada yang ingin ku ceritakan.

Dia telah melangkahkan hatinya. Melewati banyak jalan.
Dia pernah melewati jalan raya jalan setapak
Bahkan jalan yang penuh dengan batuan kerikil.
Dia pernah melakukannya dengan bahagia
Dia juga pernah melewatinya dengan sedih.

Sekarang di dalam langkah hatinya.
Dia menemukan mu seseorang yang mengajak bergandengan melewati jalan.
Dia seperti menemukan rambu petunjuk jalan setelah ia lama tersesat.
Dia memilih kamu.
Seperti dia yakin memilih jalan pulang sebagai tempat beristirahat.

Iya. Dia telah merasakan banyak kesakitan yang dia lewati.
Tapi dia menemukan mu seseorang yang dia anggap sebagai obat untuk menyembuhkan lukanya.
Dia berjuang melawan sakitnya.
Lukanya baru saja sembuh setelah menemukan mu.

Dia lelah. Lelah disakiti hatinya.
Karena dia sudah puas menelan pahit-pahit deritanya.
Sekarang dia memilih kamu.
Karena dia yakin kamu tak akan lukai perjalanan hatinya.

Kamu adalah kasur dan bantal tempat dia menyandarkan lelah
Kamu sekarang candunya.
Dia membutuhkan mu seperti dia membutuhkan oksigen untuk bernafas.
Dia akan diam, tenang, dan berhenti
Ketika ia bisa bersandar di pelukmu.
Maka lukanya terobati.


Satu hal yang perlu kamu tahu. Dia itu Aku

with love,


R A F I K A





Kamis, 29 November 2012

Cerpen : Kapal dan Nahkoda

(sumber gambar : google)

"Nak, perempuan itu ibaratkan kapal!"

Iya. Ibu bilang seperti itu. Perempuan seperti kapal. Aku hendak mencibir tapi Ibu belum selesai berbicara.

"Nak, laki-laki itu akan datang ke dermaga dan memilih kapal untuk berlayar mengarungi lautan bebas".

Sejenak aku terdiam memahami maksud Ibu. Mulai ku telusuri aku termangu lalu Ibu mulai senang menganalogi lagi.

"Anak perempuan ku satu-satunya, kalau saja perempuan ibaratkan kapal dan lelaki sebagai nahkodanya maka kapal harus siap melawan ombak bersama nahkodanya".

Aku mulai paham namun terkadang aku masih belum bisa menerima pemikiran kolot Ibu yang selalu mengasumsikan perempuan sebagai kapal di zaman seperti modren ini. 

"Bu, apakah semua perempuan harus menjadi kapal?"

Ibu tersenyum kecil. Lalu menjawab dengan tegas.

"Perempuan itu pada kodratnya kapal dan memang harus tetap menjadi kapal bagimanapun zaman bermetorfosa. Perempuan boleh mampu berdiri sejajar dan duduk sama rata dengan laki – laki pada zaman seperti saat ini, tapi perempuan adalah kodrat satu tulang rusuk kiri yang harus menerima seberapa bengkok rusuk lain laki – lakinya".

Kali ini aku terkesima dengan jawaban Ibu dan aku tak mau membantah. Benar tak mau lagi membantah. Ibu mengerti obsesiku yang selalu ingin berada di depan. Berada menjadi pemimpin. Tapi aku tersadarkan bahwa ada tempat dimana aku harus pasrahkan diri dan tempat dimana aku harus pasrah menjadi kapal.

Sudah lama sekali Ibu tak berbicara serius seperti ini denganku. Sungguh aku menikmati waktu dimana Ibu bisa berbincang panjang denganku. Biasanya aku menikmati romantisme dengan Ibu dengan berdiri dian bersandar di tembok sambil mengintip Ibu sedang memasak makananan kesukaan ku.

Terselip pertanyaan yang sebelumnya tak pernah terjamah dalam kepala ku.
"Bu,  Jika saat ini aku sebagai kapal sedang berlayar ke satu pulau bersama nahkodaku lalu di tenga perjalanan ada kapal lain yang berharap dikemudikan juga oleh nahkodaku? Aku sebagai kapal harus bersikap seperti apa?"

Ibu terdiam, tak biasanya dia nampak melirik-lirik raut wajahku. Kembali dia tersenyum dengan mesra. Lalu menjawab.

"Nahkoda yang baik akan selalu menjaga dan merawat mesin kapalnya. Ibaratkan saja mesin itu hati perempuan. Begitu juga dengan kapal, kapal yang kuat tidak boleh menyerah untuk tandas, karam atau yang paling tragis; tenggelam. Ingat nak, di tengah perjalanan bukan cuma ada ombak, tapi juga ada badai dan segala bentuk rintangan lainnya. Kapal dan nahkoda harus kompak untuk mencapai pulau yang di tuju".

Aku mengangguk tersenyum. Sepatah kalimat melayang dari bibirku.

"Bu, aku tak ingin jadi kapal yang akan jadi tempat persinggahan. Aku ingin menuju pelabuhan terakhir yang bernama kebahagiaan".

Ibu memeluk mesra tubuhku.

"Ada satu hal yang perlu kamu pahami, 
Jangan pernah bertanya mengapa nahkodamu menyakitimu atau bahkan meninggalkanmu, karna jika itu terjadi bertanyalah pada dirimu sendiri apa yang tidak mampu kau lakukan untuknya. Tapi percayalah jika ada nahkoda yang telah memilih mu, percayakan dia untuk mengemudikan kapal itu sampai ke pelabuhan yang kalian inginkan. Kebahagiaan"

Tubuhku dan tubuh Ibu. Tubuh kami bersatu dalam peluk erat. Menikmati suasana-suasana perbincangan. Petang semakin menjelma menjadi malam. Aku masih terngiang dengan kalimat "Perempuan itu ibarat sebuah kapal"..












Selasa, 20 November 2012

Cerpen : Lalu?


“…Masih ada aku yang perlu kau jaga hatinya!”
Nay berbisik pelan dalam isak tangisannya. Hendru hanya bisa menancapkan tatapan tajam ke arah mata Nay.
“…Apa ada yang salah ketika aku meminta? Ndru, kamu hanya perlu menjamin!”
“…..”
“…Kenapa kamu diam Ndru? Kamu menikmati setiap rasa sakit yang aku rasakan?”
“…Kita tak perlu memaksakan kita!”
“…Tapi kamu memaksa aku untuk merasakan sakit ini, memaksa aku merasakan bagaimana memiliki ragamu namun tak memiliki cinta mu”
“…Bodoh, aku tak kan bertahan jika aku tak punya rasa padamu, aku tak akan berani meminta mu menjadi milikku jika cinta itu tidak timbul!”
“Ndru…”
“Nay, kita hanya perlu belajar bagaimana membangun hubungan ini dengan rasa nyaman, aman, sampai benar-benar takdir menyatukan kita”
“Ndru, aku juga tak akan seperti ini jika bukan karena sikapmu yang jelas-jelas masih menyimpan rasa pada dia, yang jelas-jelas takut jika dia dimiliki yang lain. Rasa itu kamu masih menyimpannya dalam-dalam. Berharap dia kembali lagi.”
“Lalu jika benar, kamu ingin aku bagaimana? “
“Ndru, jika kamu di posisi ku sekarang?”
“…..”
Hendru terdiam menikmati suasana ini dengan kegelisahan. Membuatnya harus benar-benar memilih. 
”..Disela-sela kerinduan mu dengan dia, di dalam rasa yang masih membekas. Diantara rasa kekhawatiran ini. Satu yang ku pinta. Tolong….Jangan pergi, Ndru..”
Seketika Hendru menjawab semua ini dengan mendekap tubuh Nay dengan pelukan. Dengan pelan Hendru berbisik pada daun telinga Nay.
“…Aku tak bisa…”

Ini hanya cerita fiksi 

Sabtu, 17 November 2012

Mencintaimu Seperti Sains

Aku memang bukan pesuara sains yang mahir dan tahu tentang segala tentang sains. Tidak.
Aku hanya seorang akuntan yang masih mencintai kehidupan sains bernama kimia dan biologi.
Kali ini biarkan aku mendeskripsikan kita dalam sains. Bolehkah?

Cinta kita seperti reaksi reversible, reaksi saling membutuhkan dan melengkapi. Tidak sampai disitu. Bagiku kamu seorang biokatilisator yang mampu menetralkan perasaan khawatirku.

Aku semakin mengerti mengapa hatiku terikat oleh benang-benang spindel hatimu, karena kamu adalah mintokondria yang mampu memberi getaran energi pada kehidupanku. Lalu kamu seperti auksin yang seketika mampu membuatku serasa menjulang melintasi awan-awan. Juga karena kamu seperti Rizhobium yang senantiasa mengikat nitrit setiap perasaan ku.

Kita berdua merupakan bagian dari gen komplementer yang akan menghasilkan filial-filial tuli dan gagu jika kita tak bersatu. Maka kita perlu sama-sama membangun. Hati ini selalu ingin bersimbiosis dengan hatimu. Tak perduli jika memang banyak perbedaan diantara kita. Tak perduli apakah kita homologi atau analogi, heterozigot atau homozigot. Tak perduli meskipun kamu pernah sempat memiliki banyak lisosom yang sempat membuat aku terbakar cemburu dan khawatir. Walau aku hanya mempunyai diding sel. Maka dengan itu aku akan selalu membawakan pasangan asam amino kedalam ribosom hatimu.

Satu yang perlu kamu tahu, aku ingin mencintamu dan menyayangimu dengan kokoh
Sekokoh ikatan-ikatan kovalen yang tak tergoyahkan
Begitu juga aku ingin mencintaimu dengan peka seperti 
saraf yang mengantar rangsang dari dendrit ke dendrit.
Dan aku ingin terus mencintaimu dengan pasti. Sepasti jantung yang tak akan pernah berhenti berdetak

Kamu adalah senyawa ion sekaligus kovalen dan kamu akan selalu menjadi asam traumalin bagi luka dan rasa khawatirku.
Begitulah kita saling melengkapi kekurangan.



Dalam mendung soreh yang mengingatkanku pada sains dan dirimu

with love, Rafika

Kamis, 08 November 2012

Takdir yang Menjadikan Pertemuan dan Cinta

Kita sama-sama membangun mimpi, membangun rasa, membangun cita masa depan. Dalam masa itu kita saling meleburkan perasaan dari rasa ke rasa, dari hati ke hati, lalu kita mulai bertatapan-tatapan memadukan rasa yang sulit untuk dijelaskan. Saat itu kita saling melengkapi kalimat akhir dengan bisikan singkat namun penuh arti "Aku tak ingin kehilangan kamu".

Hari ini tepat satu minggu kita menjalani hubungan yang sampai saat ini aku berharap selalu ada kalimat kontinyu tanpa ada batas. Entahlah dibilang cepat mungkin iya lambat juga iya. Tapi semua itu tak penting asal aku selalu bisa memelukmu dalam keadaan sepelik apapun. Kebersamaan kita seminggu ini banyak mengajarkan ku pada sebuah takdir pertemuan dan perasaan yang biasa disebut 'cinta'.

Aku merasa telah belajar kata refleksifiras, sebuah proses monitor diri yang kontinyu telah melahirkan seongkok keyakinan baru yang didasarkan atas pemahaman sederhana bahwa hidup akan menjadi mudah dengan berserah, satu langkah sebelum kepasrahan. Memang mencintaimu bukan bentuk kepasrahan dalam artian yang utuh, tetapi kita saling  memasrahkan diri kita untuk jatuh dalam takdir pertemuan yang mungkin telah direalisasikan semesta untuk mempertemukan kita dalam cerita yang kita tulis dengan satu tujuan.

Setidaknya kita telah berani membicarakan bagaimana kita nantinya. Bagaimana dua tahun kedepan. Bagaimana rancangan kita untuk memulai masa yang ada di depan. Memang terlalu cepat kita perbincangkan, tapi aku semakin mengerti bahwa cinta itu berani berencana dengan memasrahkan keputusan hanya kepada-Nya.

“ Sayang, aku semakin mengerti bahwa aku mencintamu dengan sederhana, tanpa teori dan perhitungan apapun hingga ketidaksesuaian kita hari ini selalu ingin aku syukuri sebagai anugerah. Mulai dari apa yang terjadi pada kita. Saat ini, aku ingin percayakan kamu untuk hidupku begitu juga sebaliknya. Aku ingin cukupkan kamu sebagai orang yang mendampingi ku nantinya. Semoga. Lagi dan lagi aku berharap kamu mempunyai rasa yang sama“.

Terakhir dari tulisan ini aku hanya bisa berterimakasih kepada semesta yang ku sebut kamu. Aku mencintaimu seperti pagi  yang cerah. Ya. Takdir ku kali ini adalah bertemu sosokmu yang menjajikan rasa dan memberinya. Pada rangkaian kalimat ini aku 'utuh-kan' cinta ini pada sosokmu. You're Mine :)


Yogyakarta, 08  November 2012

with  love , Rafika 

Senin, 29 Oktober 2012

Past and Present

"Apa yang kamu rasakan?"

"Random"

"Mengapa?"

"Aku bahagia namun mulai merasa takut".

"Adakah hal yang membuatmu merasa begitu khawatir?"

"Iya. Tidak satu. Bahkan sekarang bertali-tali menyambung dalam simpul kusut".

"Lalu?"

"Hmm. Anggap saja sudah terlalu banyak hal yang memaksa untuk dirasakan dan diri akhirnya menjadikannya sebuah hasil kalkulasi yang menghilang tanpa terlebih dulu bisa disimpulkan. aku hanya meyakini bahwa hidup orang, siapapun itu tidak akan pernah lurus"

"Ceritakan!"

"Baiklah, baca baik-baik!"

Saat ini aku sedang membangun mimpi lewat semesta ku dan semestanya akan kurencanakan dengan Tuhan untuk menyatukan semesta ku dan semestanya. Yah. Benar. Aku sedang mencintai sosoknya yang mengetuk hidup ku beberapa waktu terakhir. Kemudian ku persilahkan masuk dan ku  perintahkan duduk. Mata hati kita memadukan rasa yang sama rasa yang kita sebut sayang. Kita berbincang menceritakan bait-bait kisah dahulu. Apapun itu aku dapat memastikan padanya, cinta ku bukan sekedar cerita fiktif . Ini nyata. Yah sekali lagi ini nyata. Cinta yang sejujurnya tak bisa ku jelaskan kapan dimana rasa itu bertempur menjadi rasa takut kehilangan. Dia punya masa lalu. Dia punya cerita. Sama seperti diriku. Past, sebut saja begitu. Aku mulai takut jika dia masih bermain-main dengan masa lalunya. Tidak salah. Memang. Tapi rasa khawatir, rasa itu mulai menjalar sampai ke ubun-ubun. Pertanyaan, serius apa tidak dirinya? Masikah dia menyimpan rapi masa lalunya? Atau masih berharapkah dia dengan masa lalunya? Entah mengapa aku mulai takut ketika ia menggandeng hidupku kemudian perlahan melepasnya. Dan memutar arah ke masa lalunya. Yah semua orang pandai bersandiwara berbohong semaunya tentang dirinya tentang perasaannya. Semoga dia tidak. Ingin sekali aku mengatakan padanya. "Ini waktu kita sayang, kita tunjukan kepada Tuhan. Bahwa Dia tidak akan mempertemukan kita secara sengaja tanpa alasan. Dia tidak akan memberi kita satu rasa yang kita satukan. Dia tidak akan menciptakan rasa 'rindu' yang dahsyat diantara kita tanpa sebuah jawaban. Semua ini skenario-Nya. Kita hanya perlu menjaga dan menuntun pada akhir titik sempurna cerita-Nya". Dia masih berteduh duduk manis, kali ini aku akan melarang dia pergi. Akan ku kunci rapat-rapat. Biarkan aku dan dia tetap tinggal pada rumah yang kusebut 'kebersamaan'.

Pada suatu masa aku hanya berharap, setelah Tuhan dan keluarga pilihlah  'aku' menjadi bait kalimat "present" dalam setiap kau bernafas. Maukah?


Disela nafas kita,



R A F I K A

Minggu, 28 Oktober 2012

Kita dan Komitmen

"Komitmen? Baik sayang. Aku jelaskan". Begitu rangkaian kata si doi ketika membahas tentang komitmen, Menurut si doi komitmen itu :



*Pertama, berkomitmen untuk menjaga perasaan dan tidak saling menyakiti perasaan satu sama lain. Karena kita bersatu untuk bahagia. Bukan untuk tersakiti.

*Kedua, berkomitmen untuk tidak mendua. Kenapa? Karena, hati, rasa sayang dan perhatian tak pantas untuk dibagi dua. Apalagi dengan sesama manusia.

*Ketiga, komitmen untuk saling mengerti dan memahami satu sama lain. Kenapa? Kita manusia tidak sempurna. Selalu memiliki kelebihan dan kekurangan. Fokus kita adalah melihat kelebihan dan menerima kekurangan.

*Keempat, Saling mendukung satu sama lain. Kenapa? Karena semangat aku ada di sayang dan semangat sayang ada di aku.

*Kelima, selalu terbuka dan berkata jujur. Kenapa? Karena inilah pondasi utama sebuah hubungan yang baik. Apalagi kalau sudah dilapisi rasa sayang.

Kombinasi yang pas untuk merasakan kebahagiaan.

Sekian dari doi :))))

Sabtu, 27 Oktober 2012

Dalam Jarak

Apa yang begitu menyenangkan dalam jarak ratusan kilometer diantara kita ini? Aku tak bisa merasakan genggaman jemarimu di sela-sela jemariku. Apa yang kita harapkan dari jarak sejauh ini?  Ketika rasa rindu ingin bertemu terus-terus menyapa indah namun kejam. Apa yang membuat kita bahagia dalam jarak sejauh ini? Aku tak bisa menatap senyummu, mengusap kepala mu, bahkan merangkul tanganmu.

Dalam jarak sejauh ini? Apakah kita saling menyebut nama di sela-sela doa? Dalam jarak sejauh ini? Apakah kita merasakan kesepian diantara keramaian? Iya. Itulah jawaban tepat. Aku tak bisa menggambarkan beberapa kebuntuan aku ketika rasa rindu ini begitu mencekam. Yang ku tau aku dan kamu pasti nanti akan bertemu lagi.

Diam-diam aku hanya bisa menatap foto kita berdua. Disaat kita menciptakan kenangan di satu semesta. Ah kau memang semestaku sekarang. Ada yang kurang rasanya jika tak menatap wajahmuada yang hiolang rasanya saat tak mendengar suara mu. Hai semestaku, aku harap kamu merasakan hal yang sama. Rindu, cinta, kasih. Aku tunggu tangan mu menyambut tangan ku lagi. Di sini. Di kota ini.

Yogyakarta, 27  Oktober 2012


With love,


R A F I K A

Selasa, 16 Oktober 2012

Dalam Sebuah Rasa

Ini bukan yang pertama, duduk bersama dengan mu dalam satu waktu. Ini bukan juga yang pertama di saat kita saling tertawa bersama. Aku terhanyut dalam setiap aliran tatapan matamu yang sempat ku kira nyata. Yang sempat ku kira sama.

Entahlah bagaimana aku bisa jelaskan tentang skenario Tuhan mempertemukan dalam semesta ini. Dimulai dari kalimat mu di bawah lampu  redup sebuah angkringan "Oh ini yang namanya Rafika". Aku menatapmu biasa awalnya sampai kamu membuat bingkai permainan di dalam media sosial yang biasa kita sebut twitter. Awalnya aku hanya bisa menertawakan kekonyolanmu dalam 144 karakter yang ada di media itu.

Ini juga bukan hal yang baru bagiku dan untukmu, bersenda gurau lewat apa yang disebut media sosial. Beberapa hal bahkan banyak hal yang kamu ukir perlahan. Namun rasanya semua itu terjadi begitu cepat membawa kita dalam satu semesta.

Aku hanya belajar untuk menganggap semua ini rekayasa permainanmu. Walau ku berharap benar.
Aku harus melawan keegoisanku untuk menyukai mu lebih dari kata suka. Mengagumi katamu walau tidak bisa ku pastikan kebenarannya.

Kali ini apakah kamu akan membiarkan ku merasakan hal yang tak kau rasakan?
Memastikan mu sendiri adalah hal yang gampang untuk ku bertanya padamu. Tapi memastikan hati mu ada untukku adalah pertanyaan sulit yang bisa kuutarakan pada mu.

Aku tak bisa menyalahkan perasaan yang tumbuh sedemikian rupa untuk mu. Aku bahagia kalau kamu mengerti tentang apa yang ku rasa. Sedikit kamu mencoba tuk pahami tentang tingkah ku. Sadar atau tidak lantunan tweet ku itu beberapa ada ku siapkan untuk mu. Tapi aku akan bahagia jika kita punya perasaan 1 + 1 = KITA.

Sabtu, 15 September 2012

Yang Ku Mau Mengais Kebahagian

SATU bulan sudah ku langkahi waktu ini, satu bulan juga aku sudah merasakan perasaan yang random. Perasaan yang tidak teratur, serampangan, dan rumit. Rasa yang sungguh ku nikmati lebih kurang dalam kurun waktu lebih satu bulan. Aku tak tahu apa kau juga sungguh merasakan perasaan yang seperti aku rasakan. Entahlah itu urusan hidup mu, yang jelas aku tak ingin menangisi segala tentang mu lagi. Apapun itu. Yah, aku sudah lelah mengharapkan seseorang seperti mu yang diam-diam menertawakan kesedihan ku. 

Ini bukan lagi tentang hakikat ku merasakan kesedihan, tapi ini aku dalam proses pencarian skenario Tuhan yang menjanjikan ku kebahagiaan. Lantas perasaan sungsang ku terhadap mu akan ku coba tinggal perlahan. Karena ku tahu, aku tak sendiri. Di balik semua rasa random itu aku punya berjuta sentuhan hangat para penyambut kebahagiaan yang nyata. Sahabat itulah namanya. Mereka selalu menjanjikan duka tawa tanpa meninggalkanku layaknya dirimu. Aku kan lepas landas dari hidupmu. Aku tak ingin hidup di semesta mu yang tak menjanjikan sentuhan kebahagiaan lagi. Aku akan pulih.

Biarlah aku seperti pemulung yang mengais-ngais sampah kebahagiaan. Kalau saja itu menjanjikan senyuman tulus dari sudut bibir ku. Bukan senyuman palsu yang mengatasnamakan kesedihan. Aku tak akan berpura-pura lagi untuk tersenyum karena sakit yang kau hadiahkan. Aku akan beranjak menaiki satu persatu tangga kebahagiaan dan mengais kebahagiaan tanpa dirimu. 

Ku percaya Tuhan tak kan diam, Dia menjanjikan kebahagiaan di balik keterpurukan ku. Aku hanya perlu mengaisnya. 


with love,


Rafika Dwi

Kamis, 23 Agustus 2012

Kiss me good-bye, love's memory


    You say my love is all you need, to see you through
    But I know these words are not quite true
   Here is the path you're looking for, an open door
   Leading to worlds you long to explore
   Go, if you must move on alone
   I'm gonna make it on my own


Tak banyak hal yang bisa ku lakukan saat ini, tak juga banyak hal besar yang terjadi sampai ada suara-suara sayup mengantarkan pesan bahwa tak kan pernah terjadi lagi saat dengan mu. Aku tersentak dari lamunan ku. Entah mengapa akhir-akhir ini aku terlalu sering mendengarkan lagu-lagu kesukaanmu. Walau yang akan tercipta adalah jatuhnya butiran-butiran air di sela-sela mataku. Aku pejamkan mataku kembali sambil menikmati alunan lagu itu. Sesak. Sakit. Terbayang jelas sosok mu, sedang memegang sebuah tab sambil menyanyikan lagu itu. Baju kaos coklat muda, celana jeans panjang. Sosok mu yang terkadang simple selalu menjadi daya tarik ku tersendiri. Aku suka. Aku suka itu. Aku beralih lagi, terekam ulang saat tawa-tawa kita berbagi cerita.

Aku sedang melihat sosokmu sedang lahap sekali menyantap makanan, malam itu kita duduk lesehan sambil bercerita satu sama lain. Sayup-sayup suaramu samar-samar terdengar.
  " Aku pernah pulang ke Jogja naik kuda"
  " Emang bisa po naik kuda? Gak jauh?"
  " Ya, enggak lah. Malah cepet nyampenya"
  " Iya po?"
  " Iya, kan ada merk mobil 'kuda"
  "-___-"
Kita pun tertawa sambil menikmati setiap santapan makanan.

  Kiss me good-bye, love's memory
  Follow your heart and find your destiny
  Won't she'd a tear, for love's mortality
  For you put the dream in my reality


Aku sedang melihat sosokmu lagi. Kali ini kita sedang menikmati film Wrath of The Titans. Sekali-kali dentuman suara yang keras mengejutkan ku. Kau selalu tersenyum geli ketika aku mendadak terkejut. Kali ini aku yang mencuri-curi pandangan terhadap mu. Aku memerhatikan mata mu. Ya, terlihat dari samping. 
 " Kamu tidur ya?"
 " Enggak kok".
 "Loh kok nontonnya merem?"
 "Siapa yang merem, dari tadi melek gini"
 " Oh iya, kamu kan SIPIT jadi keliatannya kaya tidur, hahahaha"
 " Aseemmm -__-"

  As time goes by I know you'll see this of me:
  I loved you enough to let you go free
  Go, I will give you wings to fly
  Cast all your fears into the sky

Potongan-potogan senyumanmu masih ku mainkan jelas. Sekarang aku melihat sosok mu yang sedang tertidur pulas. Ini bagian yang paling aku suka di kisah kita. Dari kejauhan ku pandangi wajahmu yang begitu membuat aku tersihir-sihir tepat pada hatiku. Takkan kulupa wajahmu saat tertidur. Takkan kulupa saat bibirmu menyentuh keningku. Saat itu ku putuskan, untuk mencintaimu sepenuh hatiku. Ya telah kutetapkan saat itu kau pemilik hatiku sepenuhnya.

Namun semua memori yang indah membawa ku tepat pada kejadian-kejadian buruk di kisah kita. Apalagi hidupku. kulihat senyum mu yang begitu indah perlahan semakin menghilang. Tawa mu yang begitu lepas perlahan memudar. Bahkan perhatianmu yang begitu dahsyat seketika hilang entah kemana. Saat itu dadaku sesak. Perlahan memori buruk itu menikam ku bagai pisau tajam yang baru saja di asah. Pertengkaran-pertengkaran kecil sampai besar menontonkan kisah kita. Sampai saat malam itu,
 " Aku rasa kita udah gak cocok lagi!"
 " Kenapa? Kamu mau akhirin semuanya?"
 " Maaf, aku gak mau kita berantem terus"
 " Kamu serius? Tega kamu"
 " Jujur aku masih sayang, tapi aku gak mau kita tiap hari berantem terus"


  Kiss me good-bye, love's mystery
  All of my life I'll hold you close to me

....

Sudahlah, aku tak sanggup lagi menyaksikan kenangan pahit itu. Sangat pahit.Seketika memori terpotong aku membuka mataku kembali. Tersadar lagu yang ku dengarkan menuju nada terakhir. Aku mengelap air mataku yang berserakan di pipi. Kali ini aku tersentak, kau sudah menjauh. Dan aku kesepian. Mungkinkah perhatianmu telah kau berikan kepada sosok wanita lain. Aku semakin jatuh. Entah kapan akan bangkit. Selain sosok mu yang menyemangati. Kali ini di balik raut semnyum ku ada makna yang tersembunyi. Satu kata yang bernama "perih".



  Won't she'd a tear for love's mortality
  For you put the dream in my reality
  Kiss me good-bye, love's memory
 You put the dream in my reality



....

Pada akhirnya aku terjebak di dalam sebuah kamar gelap dengan ribuan memori tentangmu mengelilingiku dan menciptakan sesak di antara rasa kehilangan dan kesepian diiringi lagu yang senang kamu dengarkan. Dan aku tetap tahu bahwa semuanya akan berubah, begitu pula dengan diriku sendiri. 



soundtrack : Angela Aki-kiss me good bye



Kamis, 16 Agustus 2012

Make a Wish : Lagi, Ku Sebut Namamu

MALAM ini penuh dengan dingin, entah mengapa aku masih tetap saja ingin berada diluar. 
Malam. Aku suka malam cerah, aku suka bintang dan aku suka bulan.
Aku duduk ditemani hembusan angin yang selalu menusuk tulangku tanpa izin. 
Aku mengerti beberapa hari belakangan aku menderita flu akut. Yah, tak lain aku selalu kencan dengan dingin malam. Bahkan tak mau aku melewati satu malam pun untuk duduk, berdiam diri, berfikir, dan merenung. 

Entah mengapa malam ini pun aku belum mampu memfokuskan diri untuk tidak memikirkan tingkah dan namamu . Yah, kalau ini di masukan dalam kasus. Mungkin kamu lah menjadi terdakwa besar. Selalu mengacaukan fikiran ku disaat aku ingin memikirkan topik lain. Kamu sama lucunya dengan hal yang bernama 'cinta' yang selalu enggan menjauh ketika ku usir dalam otakku. Mungkin 'cinta' = 'kamu' terkadang aku ingin merubahnya seperti ini  'cinta'  'kamu', tapi sulit, lucu, unik. Entah mengapa kau juga sama halnya dengan kata 'lucu', 'unik'. Mengapa? kamu yang begitu mengecewakan ku masih bisa saja mendapatkan hatiku. Kita sudah putus mungkin juga sudah berpisah. Tapi kamu masih saja begitu memperhatikan ku, terkadang hal ini yang semakin menjadi sesuatu rumit untukku untuk melupakan tentang mu. Kadang aku tertawa geli sekaligus senang. Mungkinkah kamu begitu karena terlalu kasihan melihat ku. Sudahlah, sudah. Hapus rasa kasihan mu. Jika ku tahu, kamu lakukan itu hanya karena rasa kasihan lebih baik detik ini juga aku enggan mengenal mu.

Yah, itulah yang ku pikirkan di malam yang penuh dengan dingin ini. Kamu selalu saja menjadi menu utama di dalam otak ku. Lucu dan sangat unik. Bintang dan bulan pun mungkin tersenyum bengis melihat ku setiap malam yang tak mampu menekan tombol 'next' untuk mengganti topik lain. Kali ini mungkin bintang di langitlah yang akan tertawa terbahak-bahak mendengar doaku. Yah, kulihat bintang jatuh. Mataku terbelalak tak percaya. Cepat- cepat 'make a wish' ku lantunkan didalam hatiku "Bintang, sampaikan pada Tuhan aku rindu pada dia (nama yang kusebut SNH). Semoga dia tetap menjadi bintang hatiku yang tak berubah. Tetap memperhatikan ku walau kita tak satu lagi. Amin"


Batam :)

withlove
Rafika

Senin, 13 Agustus 2012

Tuhan, Dia Akhiri Cerita Cinta

Tuhan, maafkan aku menyapa Mu dengan diri yang sedih dan pedih.

Masih tentang hal yang sama. DIA.
Ya, Dia masih menjadi topik utama dalam hidupku.
Sungguh walau menyakitkan aku tak ingin mengganti topik. Tentang Dia. Orang yang selalu ku perbincangkan dengan Mu dalam doa. Seseorang yang selalu kusebut dalam setiap ku menyapa Mu.
Masih tentang dia, Tuhan.

Tuhan, Entah kenapa aku ingin berlama-lama menatap kenangan yang indah bersamanya. Entah kenapa air mata ini tak ingin berhenti mengalir. Tuhan, hari ini begitu membungkam hidupku. Dia akhiri kisah yang selalu ku perbincangkan panjang dalam setiap doa. Kisah yang kuharapkan akan menjadi kisah terakhir dalam hidupku. Kisah yang sangat ingin ku daratkan dalam ikatan. Tuhan, kali ini dia benar-benar mengakhiri kisah ini. Entah bagaimana aku harus melukiskan perasaan ini. Dadaku sesak ketika tahu semua berlalu begitu cepat

Tuhan, inikah skenario Mu?
Mungkin perpisahan adalah sesuatu yang terbaik untuknya. Tapi untukku? Apakah terbaik juga Tuhan?
Apakah Kau telah mempersiapkan orang yang jauh lebih baik untukku?
Jika memang Iya,  izinkan aku tetap menyebut dia dalam setiap doaku. Agar dia tetap tersenyum puas dan bahagia. Sungguh rasa sayang ini tak pernah berkurang sedikitpun untukknya.

Tuhan, jika hari ini aku boleh meminta sesuatu. Aku ingin amnesia, entah mengapa aku ingin melupakan segala sakit yang ku rasakan detik ini saat ini yang tak tahu kapan akan berakhir. Aku tak ingin merasakan kehilangan dia, Tuhan. Tak ingin. Aku tak ingin menangisi sebuah perpisahan ini perpisahan yang mengais-ngais hatiku.

Akhir percakapan, aku hanya ingin apa yang dia putuskan membuat dia bahagia. Walau mengecewakan untukku bahkan lebih dari kata kecewa. Aku ingin lupakan semua rasa sakitku dan kembali melangkah lagi. Tuhan, jaga ia. Bantu dia ketika masalahnya rumit. Lepaskan beban pundaknya ketika ia merasa berat. Lancarkan lah segala sesuatu yang dia rencanakan. Jauhkan dia dari setiap penyakit. Aku ingin dia bahagia Tuhan. Hanya itu.  :')

Kali ini aku tak bisa seperti dulu lagi, memperhatikan mu atau menyemangati mu secara langsung.
Aku tahu aku tak pantas. Karna diri ini bukan milikmu lagi.
Tap izinkan aku tetap menyebut nama mu dalam setiap perbincangan ku dengan Tuhan. Izinkan aku memperhatikan mu lewat doa. Hanya itu yang bisa ku lakukan.

Terimakasih sayang, terimakasih atas semua kebaikan dan kenangan yang berakhir dengan pedih.
Maaf aku tak bisa menjadi apa yang kamu inginkan.

Akhir cerita cinta

11 Agustus 2012

Sabtu, 11 Agustus 2012

Sedang Apa dan Dimana?-SNH-


Dulu slalu ada waktu untuk kita
Kini ku sendiri...
Dulu kata cinta tak habis tercipta
Kini tiada lagi..
Sedang apa dan dimana dirimu yang dulu kucinta
Kutak tau tak lagi tau
Seperti waktu dulu
Apakah mungkin bila kini ku ingin kembali menjalani JANJI hati kita?

Lagu sedang apa dan dimana  kali ini menemaniku malam ini
Bukan hanya tuk sekedar menemani tapi kali ini mewakili seluruh hati ini
Hati yang lelah, yah aku begitu lelah sayang. Aku lelah menemukan sosok mu yang dulu.
Bahkan secara perlahan sosok itu hilang musnah.
Entah kemana larinya kamu yang dulu, sosok yang sekarang selalu aku pertanyakan.
Mungkinkah tak ada lagi rasa itu untukku?
Haruskah untuk kesekian kalinya aku menutupi perih ini? Luka ini?
Tolong sayang, kalau memang aku yang pernah singgah di hatimu ini tak mampu lagi mewarnai hidupmu. Bukankah lebih baik kamu mengatakannya?
Untuk apa kamu diam tak menjawab pertanyaan indah yang menyakitkan ini?
Kamu bukan hanya menggatung rasa tapi seluruh hati yang telah ku fokuskan untukmu.
Tak perlu kamu menjawab “YA AKU BOSAN” sikap mu telah mendiktekan segala kebosanan atau kejenuhan itu. Sikapmu telah menjadi layar lebar yang nyata.
Lagi! Kali ini aku terjebak dalam kebodohan hati. Yang terlalu mempercayai kalau dirimu masih menyimpan rasa yang sama. Padahal laku mu tak sama sekali menunjukkan itu. Perhatianmu bahkan tak ada lagi untukku.
Sayang, salahkah jika aku lelah dengan sikap mu? Salahkah? Sungguh perasaan ini begitu membuatku sakit. Apakah kamu akan kembali lagi seperti duulu, seperti yang aku inginkan? Jika tidak, pergilah! Pergi  jika memang kamu tak inginkan aku lagi. Aku cukup rela jika meninggalkanku adalah kebahagiaanmu. Cukup JANJImu jadi kenangan yang menyakitkan. Aku kuat  J

Kamis, 09 Agustus 2012

Hei Kamu : Tak Pentingkah Lagi Aku Bagimu?

Ya KAMU...
Kamu yang setelah beberapa waktu ini merajai hatiku membungah sekaligus menikam hatiku yang sudah kering ini, kau buat hatiku tak lagi layu bahkan aku haus dan kering ingin MATI membawa perih ini!!

Ya KAMU...
bolehkah aku bertanya?Dimana dirimu yang dulu?Hilangkah?Matikah?atau Musnah?
kalau ia mengapa tak kau lenyapkan saja cintaku juga seketika
mengapa kau pelan-pelan namun terlalu pasti menyakiti perasaanku.
kau tau lebih perih yang kurasakan jika seperti ini..

Ya KAMU...
mengapa aku jadi takut kehilanganmu?mengapa?ini tak wajar, di batas kemampuan ku..
mengapa rasanya aku semakin tersiksa jika kau tak ada di sampingmu
siksaan yang bertubi-tubi bahkan jauh dari kata itu..
kamu tahu?aku membutuhkan mu seperti aku membutuhkan udara untuk bernapas.
aku tak tau mengapa ini bisa kurasakan?bahkan aku malu berbicara seperti itu.
Tapi aku tak bohong.

Ya KAMU...
Kamu mengapa sikapmu berubah?kemana perginya perhatian mu yang begitu dalam kepadaku?
haruskah aku mencarinya?
mengapa perhatianmu kini tak sedalam perhatianku, kau tahu sakit itulah yang kurasa
Dosakah aku menangisi mu? bahkan setiap sebelum aku memejamkan mata,
memikirkanmu yang membuyarkan konsentrasiku. Ya hanya untuk memikirkan mu dan bermimpi kau kembali seperti sediakala.

Ya KAMU...
Sebenarnya apa mau mu?Cinta?Sayang?Perhatian?semua aku berikan secara nyata ku pusatkan semuanya untukkmu, bahkan kepercayaan yang tinggi sudah berikan seutuhnya?apa lagi yang belum kau nikmati dengan puas?kau pemenangnya, kau pemenang hatiku tapi tak pernah kau pandangi cintaku dengan tulus malah kau sakiti dengan bulus. Kini ku tanya, tak bisakah lagi kau mengerti apa yang sudah ku BERI untukmu? aku harap kau paham!!!

Ya KAMU...
Kemana janji mu yang dulu?Janji yang kau janjikan untukku, mau kau ingkari juga? Apa aku harus tersenyum bengis untuk mengira kau sebagai pengkhianat padahal apa-apa yang ku beri hanya ku orientasikan untuk mu.. hei apakah aku hanya persimpangan jalan yang selalu saja ingin kau abaikan? Dimana letak hati mu? sebegitu mudah mencampakkan aku yang jelas-jelas menyayangimu?

Ya KAMU...
Kali ini aku tak bisa apa-apa, upaya ku untuk mengembalikan mu seperti sediakala pun semakin jauh terasa, bahkan kau terlalu mengangggap ini sebagai sebuah permainan yang sedang kau nikmati? Inikah aku? bonekamu? Perlukah aku kau otak-atik? dan mengikuti semua aturanmu? Ada disaat kau butuh dan kau campakkan di saat kau tak perlu. Itukah yang kau inginkan?

Ya KAMU...
Seandainya kau bisa melihat senyumanku yang meyakitkan, terlalu mengharapkan perhatianmu? memelas bagai pengemis yang haus cinta? Teganya dirimu, Apakaha kau tak pantas bahagia bersama dirimu?Terlalu banyak pertanyaan. Aku muak. Yang jelas aku terlanjur mencintaimu terlanjur jatuh kepangkuan mu, tapi apakah aku sadar selama ini tujuan mu memilikiku untuk apa? Aku tak tahu apa kau mencintaiku atau tidak.

Ya KAMU...
Mungkin semua salahku terlalu mengharapkan mu menjadi apa yang aku impikan. Aku terlalu berharap banyak, tak perlu basa-basi walau terlalu sakit untuk melepasmu aku lebih baik sendiri. Aku bisa sendiri. Menjauhlah!. Aku memang tak penting lagi bagimu. Aku hanya ingin dekat-dekat pada kesepian. Disanalah luka ku terobati. Daripada aku harus tertekan mengharap mu.

Ya KAMU...
Tolong bilang padaku kau tak butuh aku lagi, tolong bilang padaku kau hanya ingin menipuku, mempermainkan ku, menjadikan ku pelampiasan dan pelarian mungkin. Tolong bilang kau tak sayang padaku. Agar aku bisa lenyap dari hidupmu. Agar aku bisa meyakinkan diri kau yang bertanggung jawab pada hatiku yang sudah semakin sakit ini. Janji mu dicatat Tuhan, hanya saja itu urusan kau. Bertanggungjawab atas semua yang terjadi pada diriku ini.

Ya KAMU....
Lupakah kau kenangan itu?

Hei KAMU
Tak pentingkah lagi aku bagimu?

untukmu yang terlanjur masuk 
dalam alur kehidupanku



-Rafika-