CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 27 Maret 2012

Ketika Merantau menjadi Nightmare



Entah kenapa gue selalu  berat untuk percaya kalo gue udah segini adanya, padahal dulu-dulu merantau itu adalah mimpi gue yang paling ingin gue wujudkan setelah SMA. Sekarang ini udah sekitar 9 bulanan gue berada di kota Yogyakarta. Awalnya gue ngerasa hebat bisa pisah dan hidup mandiri dari orang tua, gue bener-bener ngerasa yaa gue bisa, dan hati gue saat-saat pertama menginjakkan kaki itu rasanya seneng dan bangga. Tapi lambat laun gue rasain hari-hari gue semakin kelam berada di kota ini. Entah mengapa rasanya kesulitan kecil hingga besar menyapa hidup gue ini. Gue depresi setiap hari kalo kesepian gue ngerasa kalo dunia itu bentar lagi berakhir. Gue tau perbedaan jelas antara gue dan temen-temen baru gue disini. Gue belom nemu banyak temen yang pas dan cocok ama tipe kepribadian gue. Dan gue bener-bener sadar kalau SMP dan SMA itu adalah masa-masa emnas di mana kita bisa hidup seperti keluarga besar walaupun saat itu notabenenya Cuma sekedar sahabat ataupun teman. Dan yang gue lihat disini adalah kualitas pertemanan dan persahabatan itu kurang kebersamaannya apalagi. Bagi gue kalau ada yang bisa menjalin hubungan seperti keluarga dan persahabatan disini itu adalah sebuah keberuntungan. Oke mungkin saat ini gue termasuk ke dalam orang-orang yang tidak beruntung. Gue seperti ngedapatin kelas sampah hidup disini. Mungkin gue yang belom bisa menyesuaikan gimana cara mereka berteman atau membangun sebuah keluarga atau gue yang udah terbiasa di Batam punya temen-temen yang asyik dan menjujung arti kebersamaan dengan tinggi. Saat ini merantau adalah mimpi buruk gue yang pernah gue wujudkan didalam hidup gue dan gue harus bertahan selama kurang lebih 3 tahun lagi untuk berada di sini. Tapi gue yakin di balik kesulitan pasti ada kado terindah yang dapat gue petik di masa depan. Saat ini gue harus punya kemampuan besar untuk mensugestikan diri gue bahwa Everything gonna be alright. Gue tetep harus maju dan terus maju, bertahan, dan melakukan yang terbaik.
Yogyakarta, 2012
Salma rantau,

Rafika J

Kamis, 08 Maret 2012

Hanya saja tak mampu menaklukan hati :)



Tuhan, perasaan macam apa ini? Aku suka memandanginya bahkan melihat matanya, tapi aku tak punya keinginan untuk dekat dengannya. Aku suka senyumnya bahkan tawa renyahnya, tapi aku sama sekali tak punya keinginan untuk terus menyapanya. Alangkah lucunya perasaan ini, ia meledak bagai petasan lebaran, merasuk bagai kerasukan setan, dan menyejukan bagai gemerisik rindu saat hujan :)




Entah dari mana aku harus menarikan kisah kasih yang kualami, kata-kata "aku suka dia" sampai saaat ini masih saja terus mengetuk pintu hatiku. Tuhan terkadang seketika aku ingin bertanya apakah dia memiliki rasa yang sama atau hanya perasaan ku saja yang sepihak. Atau hanya mataku yang rancu yang terkadang sesekali memandangi dia dan melihat dia seolah memandangi ku balik.


Kejadian-kejadian serupa yang sering kualami ketika aku melewati lorong-lorong kampus. Ini seperti cinta yang membisu cinta yang tak mampu menaklukan keadaan, lambat laun aku hanya terbuai dengan kisah tatapan mata kita yang sesekali beradu mesra. Namun aku dan kamu pun tak mampu melukiskan senyuman di wajah. Bertemu seolah tak mengenal padahal aku yakin diantara kita berdua ingin saling menyapa. Namun mungkin aku punya perasaan sama pada mu suka tapi tak berani untuk menaklukan.


Tuhan apa aku terlalu penakut dan seperti seorang pengecut jika berhadapan dengan dia, tapi seketika itu aku bahagia melihat pesonanya.


Hatiku terkadang berdetak seolah ingin sekali memandanginya namun seketika itupun ciut ketika aku berfikir untuk menjadikan kau milikku. Perasaan semacam apa ini??