CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 22 April 2012

Aku Akan Bahagia



Aku tahu hidup itu berat dan yang ringan itu cuma mati menurut orang depresi yang putus asa. Aku tahu berlian itu memang seharusnya lebih berat daripada kapas meskipun hal seringan udara sudah cukup membuat bahagia bagi penderita asma. Aku tahu si petani harus memikul atau minimal mendorong sendiri padi-padi dari sawahnya menuju rumah, karena hanya si saudagar kaya yang bisa tinggal membayar orang lain untuk mengangkut apa yang harus diangkutnya. Aku tahu aku bukan si kaya yang membayar orang, aku si petani yang mengangkut sendiri. Tapi aku tahu aku akan kaya dan membeli si kaya beserta orang-orang sewaannya. Aku akan bahagia.


Aku tahu jalan itu tidak ada yang lurus dan mulus, bahkan jalan tol. Aku tahu di tengah jalan, pria tampan dengan ferrari saja kadang tidak terlihat, apalagi pengemis, kecuali penjual tahu goreng, itu pun jika manusia-manusia yang sedang memberi kontrubusi pada kemacetan jalanan sedang kelaparan. Aku tahu jalanan di tempat kelahiranku Ambon lebih berkelok dan naik turun dibandingkan jalan raya di kota besar, tapi disanalah terdapat banyak tempat indah yang jauh lebih hebat dari sekedar kepadatan kendaraan dan gedung-gedung. Aku tahu sebuah private beach dapat dicapai setelah melewati jalan yang benar-benar membuat ingin muntah. Suatu saat aku akan punya jalan lurus dan mulus menuju pantai yang indah milikku sendiri. Aku akan bahagia.


Aku tahu ada orang bijak yang mengatakan bahwa kita harus tetap hancur secara terus menerus dan kontinyu untuk tetap hidup. Aku tahu hanya mayat yang tidak merasakan sakit, kecuali mayat itu menjelma menjadi mahkluk lain yang katanya belum selesai urusannya saat ia meninggal seperti di film-film. Aku tahu seorang bayi harus menangis untuk menandakan bahwa ia hidup dan sehat. Aku tahu hanya bekas luka yang dapat meramu segudang pelajaran menjadi satu ramuan yang dapat diminum sekaligus, dan setelah meminumnya kita menjadi sakti. Aku harus salah langkah, salah pilihan, salah strategi, salah pertahanan, salah jatuh cinta, salah patah hati, salah menuliskan berjilid-jilid kisah, sampai akhirnya aku akan mendapatkan yang benar. Benar dan baik. Benar dan baik yang tidak seorang pun dapat mendefinisikan, mendeskripsikan dan menguraikan artinya. Aku akan bahagia.


..........


Aku sudah melewati berbagai jalan, dari yang pendek, sampai yang sangat panjang. Aku berjalan dari garis start dan terus menemukan garis finish di setiap jalan. Suatu saat aku akan melalui jalan yang hanya punya garis start tanpa punya garis finish.


Terserah apapun yang kulalui. Terserah apapun yang kutulis. Aku punya Editor Maha Hebat. Aku tahu, aku akan bahagia. Bahagia secara konstan dalam suatu periode masa dan dunia yang luar biasa.


Mangkuk kata
with love,

Rafika :)

Selasa, 17 April 2012

Cinta yang Tertunda

Lidah mu berdalih dalam ucapan teks singkat yang kau kirimkan untukku sejenak
Kau bilang perasaan itu ada "suka, sayang, cinta"
Dalam sekejap tak sampai 24 jam pertemuan kita kau mampu mengatakan kata-kata indah itu
Tapi tak mudah untukku mengaccept segala sesuatu yang kau ucapkan
Sekali lagi kau berdalih dalam untaian kata-kata itu
Aku bukan tak percaya tapi sulit untuk percaya
Mengapa?
Singkat jawabku "kita belum saling mengenal"
Sesuatu yang tergesa itu kadang menimbulkan sebuah analogi kisah yang tak menarik
Yahh mungkin bagimu pertemuan pertama itu mengesankan
Mungkin kau mengalami love at first sight :D
Tapi yang perlu kau tahu segala sesuatu yang ku katakan malam itu bukan untuk menolakmu
Tapi sekedar membimbingmu untuk mengetahui aku lebih jauh..
Dan kau bilang cintamu "cinta yang tertunda"
Mungkin itu ada benarnya, ya kau hanya perlu mengais waktu menjadikan waktu itu berharga untuk membuatku jatuh hati kepadamu dan lebih yakin terhadap perasaan yang ku punya.
Namun kau perlu tahu aku terlalu sulit untuk gampang mencintai seseorang.
Tapi maukah kau bertahan atau pergi, itu urusan hatimu.
Kau juga perlu tahu mengapa aku sulit untuk itu.
Ada seribu alasan-alasan yang tak mampu kau mengerti.
Setiap hubungan mutlak perlu komitmen dan untuk membuat itu semua perlu keseriusan yang sangat serius
Karna aku tak mau aku dan kamu menyesal di akhir..
Maaf di pertemuan singkat ini aku belum bisa menuangkan perasaan lebih..
Cinta ini tertunda untuk pertemuan singkat ini tapi jika kenyataan menjawab lain mungkin saja di waktu lain aku punya hati yang lebih untuk berbagi untuk mu


with love,

Rafika Dwi