CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 28 Juni 2012

Yang Jelas Aku Kecewa

Tuhan, sudah ku berpura-pura menulikan telingaku, berpura-pura memejamkan mata, senyuman ku atas kepedihanpun ku simpan rapi ketika aku bertahan. satu, aku tak bisa berpura-pura menahan apa yang ada dihatiku.
Namun aku lalai Tuhan, sungguh aku di titik batas rasa yang mencekik ku secara perlahan.
Tuhan aku lalai aku tak mampu berpura-pura menahan rasa yang seharusnya aku tahan.
Aku menuju lelah untuk bertahan atas kesabaran ini.

Terkadang lelah itu mengetuk pintu hatiku berkali-kali,
Terkadang..
Disaat dia yang selama ini menjadi teman yang ada di saat tertawa bahkan sedihpun
Disaat dia yang menyapa hari ku mengisi kepingan cerita hidup
Namun di saat ini dia berpaling ke belakang membenci ku seakan kedekatan, susah, dan bersama dulu yang pernah kita lalui hanya dia anggap sebagai moment yang tak patut di ingat.

Tuhan. aku harus bagaimana ketika dia membenciku?ketika sindiran dia begitu menyakitkan ku?
Apa aku harus berpura-pura menahan semuanya.
Apa terus menerus dan begitu seterusnya, benar aku mengerti sikap dan sifatnya yang keras dan terkadang tak memikirkan perasaanku. Benar ku tahu juga kelemahanku lah yang tak mampu mengimbangi sikapnya.
Terkadang kebingunganku ini menahanku untuk terus menerima sikapnya. Namun, siapa yang akan bertahan setelah selama ini aku begitu mengerti sikapnya mengerti maunya membantu sulitnya dia, ketika itu juga dia mencampakkan ku dan berpihak ke yang lain. Apa kali ini aku harus diam?bertahan? Sedikitpun tak ada niat bagiku untuk membencinya, tidak ada kutegaskan sekali lagi. Tapi mengapa perasaan ini terus menuntutku?kenapa keadaan ini membuatku berulangan kali menetaskan air mata. Entah apapun itu aku benar-benar kecewa dengan keadaan ini se-khusunya atas sikapmu. MAAF.

Tuhan dalam gelisahku, kumohon bimbingan Mu.

Sahabat ?Teman?Siapa dirimu?



-salam kecewa-
Rafika


Kamis, 21 Juni 2012

Makna Kebersamaan



teraung dalam memori silam yang menjadi tekanan dalam lelap
kembali merajut benang benang yang telah buyar pada lintasannya
seharusnya ketika dalm benak mulai penuh
 tak da rasa takut untuk  menjalin sebuah tulisan yg sekiranya mampu menentramkan

kembali pada masa itu
rumah rindang penuh memori
dengan canda setiap masanya
kembali pada sebuah keramaian dalam penantian
penantian akan hujan yg semakin menderu
aku melihatnya seperti beribu malaikat turun dan mengitari rumah itu

terbayang semua masih ssempurna pada jalinannya ,
masih ada tangisan dalam kehangatan
masih tersenyum pada keikhlasan
tertawa dalam kepolosan
dan tak sedikitpun menepis kebersamaan yang nyata
berlarian tanpa batas kebahagiaan yang lepas
tanpa beban dan masih dalam pijakan dan tumpuan kebersamaan
aku bisa melihat bintang tanpa takut dia pergi ketika malamku mulai jenuh
teriak pada waktu yang seirama dan  berkasih
aku melihat senyum senyum keceriaan didalmnyaa
"dimasa yang laLu saat mimpi masih indah bersamanya "

kemudian ternyata waktu tak elok membiarkan itu semua hadir
hingga tinggallah kosong pada dentingnya
sepi menghantar kembali lelah
dan menapaki nya hampa
sangat jauh , dan merasa tak berarti pada yg telah terlewati
tentang rindu pada episode yng lalu
sebuah kerinduan yng bungkam dan bisu pada realitanya
seakan tak mengizinkan semua terajadi
sebatas dan hanya sebatas ingatan tanpa pengulangan

tinggallah sebuah cerita indah tanpa kebersamaan di dlmnya

Rabu, 20 Juni 2012

Selamat tinggal 'single'

Bukan ucapan "selamat" yang kudapat tapi malah beberapa gunjingan, 
Well, sebagai manusia seharusnya gue benar-benar pantas buat memiliki rasa buat seseorang
Tapi dalam hal ini gue benar-benar merasa ada yang salah
Selang beberapa jam  ngalamin peristiwa sejarah di dalam hidupku yang temanya kali ini adalah "God, thanks you  give me someone who I love for come to be mine" yang artinya "Tuhan terimakasih Engkau telah memberikan seseorang yang kucinta menjadi milikku" lebih tepatnya kalimat itu aku update di twitter..  selang beberapa menit setelah aku update masuklah bbm yang bilang " Fik, jadian ya? hot sekali tweetnya aku baca" 
bbm kedua yang ku terima dari orang lain " Fik, km tuh terlalu umbar-umbar nanti banyak yang remuk hati anak orang" gue jawab " haa terlalu di dramatisir" di bales lagi " Fik, km tuh gak ngerasain gimana berharapnya itu org2 yang udah baik ke km nungguin kmu, eh malah kmu gantungin kaya tali jemuran tau-taunya udah pacaran aja sama org lain". gue bales lagi "gantungin piye?mslah itu ak blom ada prasaan apapun osampe saat ini keitu org" dan di bales  "bener udah yakin fik?dripda ama ini mending kmu ama  ** aku lbh setuja truss klo gak km ama **** lagian udah dri sem 1coba klian breng2".. Wahh mbak brooo ini bukan masalah lama atau tidaknya gue sama siapa, dan masalah baik  orang-orang itu ke gue. Atau masalah berapa lama mereka nunggiin kepastian gue atau juga brpa bnyak pengorbanan yg mereka lakuin. intinya gue udah berkali bilang ke mereka gue"gak bisa" dan itu jelas mereka tau. Tapi ini masalah ada gak perasaan gue buat orang-orang itu.

hmm plissss deh kaya apa aja.. Akhirnya secepat kilat gue delete status ituu.. Daripada gue harus nerima satu persatu pertanyaan atau kalimat gak sedap dari mulut seseorang.. 
Okeh masalah pacaran atau apalah mereka sebutnya, yang pasti ini gue anggap sebagai komitmen rasa buat saling ngejaga perasaan gue berdua sama doi gue..
Awalnya super bin aladin gue delima buat ngejawab ya. sedangkan prinsip gue saat hampir setahun ini adalah  pacaran 'no' komitmen 'yes'. Tapi setelah gue denger kata "basi" atau "bubur" yang gak anget apalah.. Rasanya ada benernya juga, dan sebenernya ga ada yang salah sih kata MApanangrang kalo di jalani itu pada hakitnya baik ya jalani aja. Yes gue setuja sama pendapatnya, yang jelas gue udah pasrahin semua ke pada Sang Pemilik Hati, gimana takdirnya gue sama si doski ampe mati atau enggak kan ada Yang Mengaturnya. Yang jelas gue kepengennya hubungan ini berjalan sesuai dengan ma'rifatnya, yang bisa ngebawa gue jadi orang yang lebih baik nantinya. Dan gue bener-bener berharap si doi bisa mengerti hubunngan yang mashlahat itu seperti apa.

Selamat buat kita berdua :) semoga bisaa :)

Yogyakarta, 20 Juni 2012

teras kontrakan
Salam  bisu dan jeda panjang   

Kamis, 14 Juni 2012

Ujian PAI (mentoring)

Kali ini fika mau share  jawaban ujian PAI punya Fika, di baca ya semoga bermanfaat :)


Nama   : Rafika Dwi H.
NIM       : 11312519

1.   Apakah Islam  adalah agama yang syummul (menyeluruh) atau kaffah (sempurna)?
Ya, karena ajaran Islam mencakupi segala-galanya yang ada bagi kehidupan manusia. Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammada SAW ini merupakan hidayah yang sempurna untuk seluruh umat manusia. Allah menurunkan Islam ini secara sempurna dan menyeluruh sehingga tidak ada satu persoalanpun yang menyangkut kehidupan manusia yang tidak di atur Islam. Artinya ajaran ini mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia dari pribadi, keluarga, masyarakat hingga negara. Dari sosial , politik, ekonomi, hukum, keamanan, lingkungan, pendidikan hingga kebudayaan; dari etnis Arab ke parsi hin gga seluruh etnis manusia, dari kepercayaan, hingga sistem akhlak .

2.   Bagaimana menurut pendapat anda tentang muslim yang baik?
Menurut saya, untuk menjadi pribadi muslim yang baik adalah bagaimana kita mampu menghadirkan Allah dalam setiap perbuatan kita. Maka dengan kita menghadirkan Allah dalam setiap yang kita kerjakan niscaya kita akan mengerti bagaimana untuk menjadi seorang muslim yang baik. Percaya bahwasannya bahwa Allah tidak terbatas antara ruang dan waktu dan selalu mengawasi kita. Sehingga kita akan selamat aqidahnya, benar ibadahnya, kuat akhlaknya, terdidik dan terpelajar fikirannya, bisa mengendalikan dirinya, bermanfaat untuk orang lain, teratur dalam segala hal. Beberapa hal diatas akan membawa kita pada dimensi kebenaran yang mengarah pada kebaikan, sehingga terbentuklah pribadi muslim yang baik dengan hati yang ikhlas, bersih dan lapang.

3.   Sepemahaman anda apa yang di maksud dengan hidup tawazun (seimbang)?
Sebagai makhluk yang berfikir kita seharusnya dapat memikirkan apa yang harus dan tidak kita lakukan. Hubungannya dengan hidup yang seimbang adalah kita harus berfikir bagaimana kita tidak saling mengabaikan dalam urusan apapun. Jika kita sukses di dunia maka kita juga harus sukses di akhirat, juga seperti keseimbangan antara penguatan iman dan amal sholeh, keseimbangan antara ilmu dan amal, keseimbangan antara ibadah mahdhlah dengan usaha mencari karunia Allah, perlu juga keseimbangan antara ikhtiar (usaha) dengan doa. Inilah yang disebut dengan tawakkal. Selain itu keseimbangan antara upaya membangun kesalehan pribadi dan kesalehan keluarga. Lalu harus seimbang antara memperbaiki diri dengan mengajak orang lain pada kebaikan. Dan intinya hidup itu harus seimbang dan umat Islam harus melaksanakan keseimbangan tersebut.

4.   Manusia hendaknya memperbaiki diri di setiap waktu, bagaimana caranya menurut anda?
Menurut saya, setiap tempat adalah belajar setiap ‘waktu’ adalah kesempatan. Tempat dan waktu merupakan satu kesatuan yang tak dapat dilepaskan. Ibaratnya pasangan tempat dan waktu adalah pasangan yang tak terpisahkan. Keberdaan waktu dan tempat selalu menjadi pelengkap dalam kehidupan manusia. Begitu juga di dalam waktu yang ada pasti selalu ada kesempatan. Kesempatan itulah yang seharusnya kita gunakan untuk memperbaiki diri kita sebagai manusia. Menurut saya, selain sebagai kesempatan waktu juga sebuah misteri dan rahasia milik-Nya. Karena kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi besok tanpa izin Allah. Maka jika selagi ada waktu marilah kita berkaca diri untuk menjadi insan yang baik. Tidak ada kata terlamabt untuk menjadi pribadi yang lebih baik.



Jumat, 08 Juni 2012

Maaf, aku tak bisa!


Kau panggil aku bunga.
Terimakasih.
Kau beri aku setangkai mawar merah muda, kau bilang "walau bunga ini bisa layu tapi hatiku takkan pernah layu untukmu"
Terimakasih.
Aku bangga menjadi bunga untuk hatimu.
Bangga bisa selalu ada di hatimu.
Sebagai makhluk Tuhan aku juga diciptakan hati dan perasaan.
Aku tau apa yang kau nyatakan dulu masih membekas sampai saat ini.
Aku tau apa yang kau berikan tulus untukku.
Tapi maaf, sampai detik ini aku masih saja menganggapmu sebagai sahabat.
Seandainya hati dan perasaan ini seperti mainan akan ku utak-atik agar bisa menyamakan perasaan ku untukmu.
Tapi sayangnya ini bukan sebuah mainan.
Perasaan itu tak bisa tumbuh dalam hati ku. Aku bunga dalam hati mu, tapi maaf aku tak bisa mekar seindah yang kau mau.


Alun" kidul, yogyakarta
Juni 2012