CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 09 Agustus 2012

Hei Kamu : Tak Pentingkah Lagi Aku Bagimu?

Ya KAMU...
Kamu yang setelah beberapa waktu ini merajai hatiku membungah sekaligus menikam hatiku yang sudah kering ini, kau buat hatiku tak lagi layu bahkan aku haus dan kering ingin MATI membawa perih ini!!

Ya KAMU...
bolehkah aku bertanya?Dimana dirimu yang dulu?Hilangkah?Matikah?atau Musnah?
kalau ia mengapa tak kau lenyapkan saja cintaku juga seketika
mengapa kau pelan-pelan namun terlalu pasti menyakiti perasaanku.
kau tau lebih perih yang kurasakan jika seperti ini..

Ya KAMU...
mengapa aku jadi takut kehilanganmu?mengapa?ini tak wajar, di batas kemampuan ku..
mengapa rasanya aku semakin tersiksa jika kau tak ada di sampingmu
siksaan yang bertubi-tubi bahkan jauh dari kata itu..
kamu tahu?aku membutuhkan mu seperti aku membutuhkan udara untuk bernapas.
aku tak tau mengapa ini bisa kurasakan?bahkan aku malu berbicara seperti itu.
Tapi aku tak bohong.

Ya KAMU...
Kamu mengapa sikapmu berubah?kemana perginya perhatian mu yang begitu dalam kepadaku?
haruskah aku mencarinya?
mengapa perhatianmu kini tak sedalam perhatianku, kau tahu sakit itulah yang kurasa
Dosakah aku menangisi mu? bahkan setiap sebelum aku memejamkan mata,
memikirkanmu yang membuyarkan konsentrasiku. Ya hanya untuk memikirkan mu dan bermimpi kau kembali seperti sediakala.

Ya KAMU...
Sebenarnya apa mau mu?Cinta?Sayang?Perhatian?semua aku berikan secara nyata ku pusatkan semuanya untukkmu, bahkan kepercayaan yang tinggi sudah berikan seutuhnya?apa lagi yang belum kau nikmati dengan puas?kau pemenangnya, kau pemenang hatiku tapi tak pernah kau pandangi cintaku dengan tulus malah kau sakiti dengan bulus. Kini ku tanya, tak bisakah lagi kau mengerti apa yang sudah ku BERI untukmu? aku harap kau paham!!!

Ya KAMU...
Kemana janji mu yang dulu?Janji yang kau janjikan untukku, mau kau ingkari juga? Apa aku harus tersenyum bengis untuk mengira kau sebagai pengkhianat padahal apa-apa yang ku beri hanya ku orientasikan untuk mu.. hei apakah aku hanya persimpangan jalan yang selalu saja ingin kau abaikan? Dimana letak hati mu? sebegitu mudah mencampakkan aku yang jelas-jelas menyayangimu?

Ya KAMU...
Kali ini aku tak bisa apa-apa, upaya ku untuk mengembalikan mu seperti sediakala pun semakin jauh terasa, bahkan kau terlalu mengangggap ini sebagai sebuah permainan yang sedang kau nikmati? Inikah aku? bonekamu? Perlukah aku kau otak-atik? dan mengikuti semua aturanmu? Ada disaat kau butuh dan kau campakkan di saat kau tak perlu. Itukah yang kau inginkan?

Ya KAMU...
Seandainya kau bisa melihat senyumanku yang meyakitkan, terlalu mengharapkan perhatianmu? memelas bagai pengemis yang haus cinta? Teganya dirimu, Apakaha kau tak pantas bahagia bersama dirimu?Terlalu banyak pertanyaan. Aku muak. Yang jelas aku terlanjur mencintaimu terlanjur jatuh kepangkuan mu, tapi apakah aku sadar selama ini tujuan mu memilikiku untuk apa? Aku tak tahu apa kau mencintaiku atau tidak.

Ya KAMU...
Mungkin semua salahku terlalu mengharapkan mu menjadi apa yang aku impikan. Aku terlalu berharap banyak, tak perlu basa-basi walau terlalu sakit untuk melepasmu aku lebih baik sendiri. Aku bisa sendiri. Menjauhlah!. Aku memang tak penting lagi bagimu. Aku hanya ingin dekat-dekat pada kesepian. Disanalah luka ku terobati. Daripada aku harus tertekan mengharap mu.

Ya KAMU...
Tolong bilang padaku kau tak butuh aku lagi, tolong bilang padaku kau hanya ingin menipuku, mempermainkan ku, menjadikan ku pelampiasan dan pelarian mungkin. Tolong bilang kau tak sayang padaku. Agar aku bisa lenyap dari hidupmu. Agar aku bisa meyakinkan diri kau yang bertanggung jawab pada hatiku yang sudah semakin sakit ini. Janji mu dicatat Tuhan, hanya saja itu urusan kau. Bertanggungjawab atas semua yang terjadi pada diriku ini.

Ya KAMU....
Lupakah kau kenangan itu?

Hei KAMU
Tak pentingkah lagi aku bagimu?

untukmu yang terlanjur masuk 
dalam alur kehidupanku



-Rafika-




Tidak ada komentar:

Posting Komentar