CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Senin, 31 Desember 2012

Untukmu~

Lihat malam ini aku menangis lagi.

Sama seperti langit yang tak ingin meninggalkan tahun hari akhirnya di tahun ini.

Entahlah, apakah langit terlalu menyimpan banyak pilunya, kenangannya, atau bahagianya.

Lihatlah hujan enggan pergi sama seperi air mata ku yang berserakan di pipi.

Lihatlah aku mengingat lagi tentangmu, merindu lagi pelukmu, patah lagi karena sakitnya.

Luka ini harus sembuh. Iya harus entah bagaimana caranya.

Bagaimana bisa aku selalu hadirkan mu dalam setiap malamku. Bagaimana bisa?

Lihat sayang, jika ini bukan CINTA bagaimana bisa aku seterluka ini?

Lihat sayang, jika ini bukan CINTA bagaimana bisa aku secemburu ketika tau kau dengannya?

Lihat sayang, jika ini bukan CINTA bagaimana bisa aku terus merindu mu?


Kamu pikir air mata ini masih mengalir ditiap kali dinding-dinding kenangan memengapkanku karena siapa?
Kamu pikir sejauh ini aku berlari menjauhi rindu karena siapa?
Kamu pikir diam hatiku menuruti keinginanmu karena siapa?
Kamu pikir ceritaku terhenti di sebuah koma karena siapa?
Kamu pikir aku membunuh tiap harapan yang selama ini hidupi senyumku karena siapa?
Kamu pikir aku melepaskan kepergianmu untuk siapa?
Untukmu, sayang..
Karena kamu, sayang..
Sayangnya, kamu belum juga menyadarinya.
Ini semua untukmu. Bahagiamu~

Sabtu, 22 Desember 2012

Terimakasih Sudah Melahirkanku, Ma

Ma, lihat anak gadismu ini, dia sudah tumbuh menjadi dewasa.
Lihat Ma, dia sudah setinggi mama bahkan melebihi tinggi mama.
Dia sudah tumbuh menjadi gadis cantik, pintar, dan baik.
Dia sedang serius mencari jati dirinya di kota rantaunya.
Mama tak usah khawatir walau ada jarak yang memisahkan kita.
Disini aku baik-baik saja Ma.
Disini aku sedang menikmati muda ku.
Disini aku sedang menikmati kisah-kisah yang Tuhan titipkan kepadaku.
Disini aku sedang belajar bagaimana menjadi seperti mu, Ma.

Ada kerinduan yang begitu dalamnya, Ma.
Aku percaya Mama juga merasakan hal yang sama.
Walau kita tak saling bertutur jujur kalau kita sedang merindu.
Ada rasa hilang yang begitu tara.
Ketika sehari saja ketika kau lupa untuk menanyai kabarku.

Mama disana baik-baik saja kan?
Jangan segan untuk bercerita ketika merasa sepi.
Jangan takut seperti aku Ma, yang tak mampu bercerita ketika sedang jatuh dan patah hati.

Ma suatu hari nanti akan tiba waktunya dimana aku akan menjadi seperti Mama
Seperti Mama kepada Papa, aku akan...
Membangunkan suamiku untuk sholat tahajjud dan subuh berjamaah
Membuat secangkir kopi dan roti bakar selai kacang untuk sarapan bersama.
Menyiapkan air hangat untuk mandi pagi suamiku.
Menyiapkan baju kerja dan memasangkan dasi suamiku.
Menyalami suamiku ketika ia berangkat untuk menafkahi keluargaku.

Ma suatu hari nanti aku akan seperi Mama
Seperti Mama memperlakukan anak-anaknya, aku akan..
Menjaga dengan kasih sayang buah hatiku selama 9 bulan yang hidup di rahimku
Melahirkan anak-anakku yang cerdas dan soleh dengan taruhan nyawaku sendiri
Menyusui ketika anak-anakku sudah mampu melihat dunia
Menggati popoknya, memandikannya..
Ketika anankku mulai tumbuh..
Takkan lupa akan kutemani dia yang hendak tidur dengan dongeng-dongeng
Takkan lupa aku dan suamiku mengajari cara ia bertutur cara ia berjalan..
Takkan lupa aku dan suamiku membimbing mereka mengenal Tuhannya
Takkan lupa aku dan suamiku mengenalkan mu sebagai neneknya
Takkan lupa aku mengajari anak-anakku untuk selalu bermimpi..
Sampai suatu hari nanti anak-anakku akan menjadi cucu-cucumu yang mampu tumbuh dewasa dan berhasil mengarungi dunia.

Atas keringat mu yang tak pernah berhenti bercucur untuk membesarkanku, terimakasih sudah melahirkanku, Ma. Cintamu yang baik adalah harta yang abadi.


sumber gambar : google

Happy Mother's Day MAMA



Rabu, 19 Desember 2012

Awal yang Tak di Sangka #FF2in1 Nulisbuku.com

#coveredSongby:  CARLY RAE JEPSEN - CALL ME MAYBE 

Malam itu dalam kegirangan aku sedang bersenda gurau menghabiskan waktu ku di halaman burung biru itu. Aku sibuk saja berkicau , entahlah rasanya aku tak pernah kenal lelah untuk mengantarkan pesan sebanyak 140 karakter dalam halaman itu bersamamu. Sebut saja aku Ariska dan dia Esha. Kita tak pernah kenal sebelumnya tak pernah tau siapa diantara kita senyatanya.

Dalam senda gurau kita di halaman burung itu, tetiba aku mendapatkan Direct Message darimu

@Esha : Ariska, kamu mempesona malam ini walau hanya lewat kicauanmu. Terlihat cerdas rasanya

@Ariskaa : Ah, sudahlah Esha jangan terlalu tinggi memuja ku.

@Esha : Bukan memuja mu, aku hanya ingin berdamai dengan 'penasaran' dan menikahi 'pertemuan' bersamamu kemudian akan ku lahirkan 'cinta' untukmu, Riska.

@Ariskaa : Ah, Esha kau sungguh pandai berdawai dengan kata-kata ini. .

@Esha : Bukankah Tuhan memiliki cara yang berbeda untuk menuliskan kisah pertemuan sepasang kekasih.

@Ariskaa : hah?????

@Esha : Mana tau kau jodoh yang dititipkan Tuhan untukku lewat twitter ini.

@Ariskaa : Sungguh pembual kau, Esha.

@Esha : Sudahlah, Riska jangan kau bilang aku pembual. Kita ini hampir 1 tahun kenal di twitter. Tak pernahkah terlintas untuk bertemu?

@Ariskaa : Buat apa bertemu?

@Esha : Buat membuktikan aku bukan pembual

@Ariskaa : -___-"

@Esha : Hey, I just met you, And this is crazy, But here's my number, 085763426789 So call me, maybe?


Aku terdiam menertawakan perbicangan Direct Message ini. Tersamar aku memperhatikan nomor mu. Aku mulai menyalin ke Handphone kemudian dengan jantung yang berdegup kencang aku tekan tombol hijau yang ada di Handphone ku. 
Tuuuttt..Tuuttt..

Tersambung..

"Halo.."

Terdengar suara basah dan tegas lelaki yang bernama Esha itu.

Mungkinkah ini awal skenario Tuhan untuk mengenalmu sampai pada titik yang disebut "kebahagiaan"?

Seharusnya Kita 'Tak Ada' #FF2in1


Sendiri, sendiri ku diam, diam dan merenung

Merenungkan jalan yang kan membawaku pergi
Pergi tuk menjauh, menjauh darimu
Darimu yang mulai berhenti
Berhenti mencoba, mencoba bertahan
Bertahan untuk terus bersamaku

“Nay, aku gak bisa sama-sama kamu lagi mulai saat ini. Aku gak bisa terus berjuang untuk hubungan ini.” Hendru memeluk tubuhku dengan dekapan kuat sambil membisikkan kalimat itu.

“Nay…sudahlah jangan kau jawab dengan tangisan itu, aku tak sanggup mendengarnya”. Hendru kembali berbisik di daun telingaku.

“Ndru…jika kau tak sanggup mendengarkan isak tangisku mengapa kau sanggup menyakiti hatiku?”
Aku bergumam dengan suara yang pilu.

“Nay…..”

“Ndru…
Seharusnya aku menyerah, di detik pertama aku sadar sentuhan kita hanya memperanak duka”.
“Ndru….Seharusnya aku menyerah, di rindu pertama aku sadar akan makin banyak rindu tak terbayar dari penatian kita”.
“Ndru…. Seharusnya aku tak membiarkan mimpi-mimpi ku bergandengan mesra dengan harapanku padamu”.
“Ndru… Seharusnya kita…”

Tak sempat aku melanjutkan kalimat, Hendru melepaskan tubuhnya dari tubuhku

“Nay… Sudahlah… Aku harus pergi saat ini juga.. Maafkan duka lara yang aku berikan”.

“Hendru? Segampang itukah?” Aku mulai mengiba mengatur jarak kemudian pergi.

Hendri diam, dia sama sekali tak menahanku.

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali
Ku coba meraih mimpi
Kau coba ‘tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu
Aku berlari secepat mungkin aku mengatur jarak agar jauh darinya.

“Ndru… dulu kamulah orang yang memintaku untuk sama-sama berjuang dalam kisah yang kita bangun tapi kamu juga adalah orang yang meminta untuk menyerah dengan kisah ini..”


Bayangkan.. bayangkan ku hilang, hilang tak kembali
Kembali untuk mempertanyakan lagi cinta
Cintamu yang mungkin, mungkin tak berarti
Berarti untuk ku rindukan



Selasa, 18 Desember 2012

Nasihat Sang Malam



Hai malam apa kabar? Belakangan ini hujan terus saja menyelimutimu dengan kedinginan, apa kau baik-baik saja? 

Hai Fika, aku kira kamu sudah lupa denganku. Tak usah khawatir fika, aku sudah terbiasa dengan dingin, mereka menjadi bagian dalam hidupku, hujan juga menjadi temanku di kala aku kesepian. Awan juga selalu menghangatkanku dikala menggigil. Bagaimana kabarmu Fika? 

Hai malam, tak mungkin aku bisa melupakanmu, rumah yang selalu menjadi tempat aku merasakan duka dan bahagia. Rumah yang selalu menjadi tempatku pulang. Kabar ku? Aku baik-baik saja malam. 

Hai Fika, kamu baik-baik saja? bukankah itu kebohongan? aku mengenalmu sejak kau mengajakku untuk berteman. 10 tahun yang lalu sejak kau mampu menikmati aku sebagai tempat mu tertawa dan menangis. Bukan waktu yang sebentar. Jadi kau tak bisa memalsukan wajahmu di hadapanku.

Malam, apakah kau marah denganku? Maaf, belakangan ini aku tak menghampiri mu. Aku tak bisa bercerita. Terlalu banyak beban dipundakku. Malam, apakah kau tak rindu dengan cerita-cerita ku? 

Fika, Aku justru menunggu mu untuk menghampiriku bercerita. Bukankah aku tempat keluh duka mu juga. Aku rindu mendengar isi hatimu, rindu tawa & tangismu memanggil namaNya.

Baiklah, aku akan mulai bercerita, malam. Mau aku mulai dari mana? Kisahku tentang dia yang selalu aku ceritakan? Atau kuliah ku yang mulai susah? atau Organisasiku yang mulai menjelma jadi mosnter? atau…

Hai fika, sebelum kau mulai bercerita bolehkah aku bergantian berkelu kesah padamu… Dari semua cerita yang nanti akan kau ceritakan kau temuilah dari kelu kesah yang akan ku sampai kan padamu.

Ah malam, kau menjengkelkan padahal baru saja aku ingin bercerita..tapi baiklah malam, aku siap setia mendengarkan…

Hai fika, sudah lama sekali kau tidak menggunakan mukenamu di dini hariku. Aku rindu pada Tahajudmu yang dulu selalu kau dirikan kepada Dia yang menciptakan aku sebagai malam.

Hai Fika, kamu tau..aku ingin sekali mendengar lantunan Qur’an mu dan tangismu karenaNya. 

Hai Fika, untuk apa menangis sambil meringkuk dibawah selimut tebalmu? Menangislah diatas Sajadah dan basahi Mukenamu.

Hai Fika, terkadang aku bosan dengar kau mendendangkan lagu2 sendu tentang hidup. Maukah kali ini kau keluarkan lantunan merdu ayat2Nya dari bibirmu

Hai Fika, aku menunggumu di malam yang dini hari. Bukan untuk terus memainkan jari membuat kata-kata konyol memenuhi halaman burung biru itu. Twitter.

Hai Fika, aku akan menunggumu di malam yang dini hari selanjutnya. Pakai mukenamu. Bersyukurlah dan Bersujudlah padaNya!!


Hai malam, aku tak jadi bercerita. Ternyata ada banyak hal yang aku lewatkan beberapa waktu ini. Malam, kau begitu peka dan hangat memberi nasihat ini. Aku hanya bisa berterimakasih. Inilah alasan mengapa aku selalu mencintai mu malam, karena kau selalu punya jawaban di dalam kesunyian dan ke asaan. Aku mencintaimu dengan baik, malam :*


Sang penikmat malam,

Rafika

Selasa, 11 Desember 2012

You Know Everythings is You

Ironisnya, kadang yang memaksamu menyerah adalah orang yang sama yang dulu memintamu untuk berjuang.

One night I stand I remind of youOur hope and dreamTears in my eyesWhen you gone so fastWhen I realized you know I can be perfect

Dalam jarak sedekat ini mata kita bertemu .Dalam jarak sedekat ini tangan kita saling menguatkan. Dalam jarak sedekat ini kita saling pasrah. Dalam jarak sedekat ini kita saling menyerah. Ada yang beda dari malam sebelumnya di saat kamu memangkul mesra tubuhku. Berdialog romantisme malam sebelum sejenak saat kita tertidur. Sebelum sesaat kita terlelap. Ada yang sakit di dada ini menikam-nikam sampai sesak rasanya.
Langit malam pun takkan menyangka bahwa ada hujan di malam ini. 

I fall from youYou make me like I can't stand with youYou make me like I can't live with youI can't hold your handSo please don't let me down

Rasanya baru saja kamu memintaku untuk berjuang, rasanya baru saja kamu memintaku bertahan, dan juga baru saja kamu memintaku untuk tetap di samping mu. Aku takkan bisa menjelaskan haru mendung perasaan ku saat kau memilih untuk menyudahi semua. Seketika aku kalap. Hujanpun menyandera pipiku. Dalam waktu secepat itu mengapa kamu yang kalah dalam perang? Mengapa kamu yang lari? Mengapa kamu menghancurkan satu hal yang aku percayakan? Dan sekarang kamu berhasil membuatku jatuh.

I try to be a strongerWhen I know everything overEverytime I feelEveryday I thinkI never see you once again

Aku takkan bisa sepertimu yang kuat. Sudah ku coba tapi tetap saja tak bisa. Setelah aku mengerti kamu tak lagi di sampingku. Setelah aku pahami kamu menyerah. 

I know I can't be strongerEven I try to forget youOh no I missing youI need It's you

Sampai saat inipun aku masih mencambuki perasaaanku untuk melupakan lembaran tentangmu. Surat-surat yang ku tulis dengan kisah bahagia masih tersimpan rapih di dalam nafas ini. Semakin ku coba aku semakin sakit. Yang ku tau mencoba melupakanmu adalah kesakitan-kesakitan. Raga ini masih membutuhkanmu.

So please don't make me feel likeI keep you in my heart
I miss your smile I miss your faceI need you hear I need your hugs
In everynight in everydayLike you want me to be
Masih adakah tempat untukku di dadamu? Dalam tawa yang pernah kita ciptakan, dalam raga yang pernah kita satukan, dalam sela jemari yang pernah kita genggam., dalam kecup yang pernah kita berikan, dalam erat semua rasa yang pernah kita leburkan. Dalam kata "aku" dan "kamu" lalu menjadi "kita". Aku mengenangmu dalam sakit yang sekarat. Cobalah mengerti.

I miss your voice I miss your laughI need your hear I need your hugIn everynight in everydayIs you
You know everything is youYou know everything is youYou know everything is youYou know everything ... You know everything ... Is you
And you still everything for me.
Entahlah aku merindukan semua tentang mu. Dalam setiap lirik ini yang aku selalu nyanyikan di senja pagi untuk sekedar menumpah rasa rindu. Cium sembilan titik yang selalu kamu ucapkan di sela pintu mimpiku. Aku merindukanmu seseorang yang tega membiarkan ku terluka. Sungguh. Aku merindukanmu. 

SOUNDTRACK : STILL VIRGIN _ HATE TO MISS SOMEONE

Minggu, 02 Desember 2012

Bersandar di Pelukmu

(source this picture : google)

Baca baik-baik aku akan memberitahukanmu sesuatu. Tentang dia.

Tentang dia. Seseorang yang ku kenal dengan baik.
Dia sudah mengalami banyak hal. Banyak sekali.
Ada yang ingin ku ceritakan.

Dia telah melangkahkan hatinya. Melewati banyak jalan.
Dia pernah melewati jalan raya jalan setapak
Bahkan jalan yang penuh dengan batuan kerikil.
Dia pernah melakukannya dengan bahagia
Dia juga pernah melewatinya dengan sedih.

Sekarang di dalam langkah hatinya.
Dia menemukan mu seseorang yang mengajak bergandengan melewati jalan.
Dia seperti menemukan rambu petunjuk jalan setelah ia lama tersesat.
Dia memilih kamu.
Seperti dia yakin memilih jalan pulang sebagai tempat beristirahat.

Iya. Dia telah merasakan banyak kesakitan yang dia lewati.
Tapi dia menemukan mu seseorang yang dia anggap sebagai obat untuk menyembuhkan lukanya.
Dia berjuang melawan sakitnya.
Lukanya baru saja sembuh setelah menemukan mu.

Dia lelah. Lelah disakiti hatinya.
Karena dia sudah puas menelan pahit-pahit deritanya.
Sekarang dia memilih kamu.
Karena dia yakin kamu tak akan lukai perjalanan hatinya.

Kamu adalah kasur dan bantal tempat dia menyandarkan lelah
Kamu sekarang candunya.
Dia membutuhkan mu seperti dia membutuhkan oksigen untuk bernafas.
Dia akan diam, tenang, dan berhenti
Ketika ia bisa bersandar di pelukmu.
Maka lukanya terobati.


Satu hal yang perlu kamu tahu. Dia itu Aku

with love,


R A F I K A