CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 19 Desember 2012

Seharusnya Kita 'Tak Ada' #FF2in1


Sendiri, sendiri ku diam, diam dan merenung

Merenungkan jalan yang kan membawaku pergi
Pergi tuk menjauh, menjauh darimu
Darimu yang mulai berhenti
Berhenti mencoba, mencoba bertahan
Bertahan untuk terus bersamaku

“Nay, aku gak bisa sama-sama kamu lagi mulai saat ini. Aku gak bisa terus berjuang untuk hubungan ini.” Hendru memeluk tubuhku dengan dekapan kuat sambil membisikkan kalimat itu.

“Nay…sudahlah jangan kau jawab dengan tangisan itu, aku tak sanggup mendengarnya”. Hendru kembali berbisik di daun telingaku.

“Ndru…jika kau tak sanggup mendengarkan isak tangisku mengapa kau sanggup menyakiti hatiku?”
Aku bergumam dengan suara yang pilu.

“Nay…..”

“Ndru…
Seharusnya aku menyerah, di detik pertama aku sadar sentuhan kita hanya memperanak duka”.
“Ndru….Seharusnya aku menyerah, di rindu pertama aku sadar akan makin banyak rindu tak terbayar dari penatian kita”.
“Ndru…. Seharusnya aku tak membiarkan mimpi-mimpi ku bergandengan mesra dengan harapanku padamu”.
“Ndru… Seharusnya kita…”

Tak sempat aku melanjutkan kalimat, Hendru melepaskan tubuhnya dari tubuhku

“Nay… Sudahlah… Aku harus pergi saat ini juga.. Maafkan duka lara yang aku berikan”.

“Hendru? Segampang itukah?” Aku mulai mengiba mengatur jarak kemudian pergi.

Hendri diam, dia sama sekali tak menahanku.

Ku berlari kau terdiam
Ku menangis kau tersenyum
Ku berduka kau bahagia
Ku pergi kau kembali
Ku coba meraih mimpi
Kau coba ‘tuk hentikan mimpi
Memang kita takkan menyatu
Aku berlari secepat mungkin aku mengatur jarak agar jauh darinya.

“Ndru… dulu kamulah orang yang memintaku untuk sama-sama berjuang dalam kisah yang kita bangun tapi kamu juga adalah orang yang meminta untuk menyerah dengan kisah ini..”


Bayangkan.. bayangkan ku hilang, hilang tak kembali
Kembali untuk mempertanyakan lagi cinta
Cintamu yang mungkin, mungkin tak berarti
Berarti untuk ku rindukan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar