Sama seperti langit yang tak ingin meninggalkan tahun hari akhirnya di tahun ini.
Entahlah, apakah langit terlalu menyimpan banyak pilunya, kenangannya, atau bahagianya.
Lihatlah hujan enggan pergi sama seperi air mata ku yang berserakan di pipi.
Lihatlah aku mengingat lagi tentangmu, merindu lagi pelukmu, patah lagi karena sakitnya.
Luka ini harus sembuh. Iya harus entah bagaimana caranya.
Bagaimana bisa aku selalu hadirkan mu dalam setiap malamku. Bagaimana bisa?
Lihat sayang, jika ini bukan CINTA bagaimana bisa aku seterluka ini?
Lihat sayang, jika ini bukan CINTA bagaimana bisa aku secemburu ketika tau kau dengannya?
Lihat sayang, jika ini bukan CINTA bagaimana bisa aku terus merindu mu?
Kamu pikir air mata ini masih mengalir ditiap kali dinding-dinding kenangan memengapkanku karena siapa?
Kamu pikir sejauh ini aku berlari menjauhi rindu karena siapa?
Kamu pikir diam hatiku menuruti keinginanmu karena siapa?
Kamu pikir ceritaku terhenti di sebuah koma karena siapa?
Kamu pikir aku membunuh tiap harapan yang selama ini hidupi senyumku karena siapa?
Kamu pikir aku melepaskan kepergianmu untuk siapa?
Untukmu, sayang..
Karena kamu, sayang..
Sayangnya, kamu belum juga menyadarinya.
Ini semua untukmu. Bahagiamu~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar