Di sudut kota tua, pelan-pelan aku mengeja kembali bait-bait cinta ciptaan-Nya
Di sudut kota tua, jemariku mencari jemari lain untuk disatukan
Di sudut kota tua, aku bermetafosa menjadi serangga bersayap untuk terbang
Di sudut kota tua, alam mendikteku tentang hamparan paparan hijau biru semesta
Di sudut kota tua, Tuhan temukan aku dengan sosok mu yang haru biru
Di sudut kota tua, rasanya bahagia dan sakit sudah merekat jadi ikatan takdir
Di sudut kota tua, janji-janji yang tak terlunasi menangis sejadi-jadinya meminta untuk ditepati
Di sudut kota tua, aku merangkak berdiri ketika jatuh bertubi-tubi
Di sudut kota tua, perihal sulit menjadi parsial dalam perasaan
Di sudut kota tua, aku mulai mengkekalkan nafas-nafas dalam kata
Di sudut kota tua, aku mulai mengenal arah timur, barat, selatan yang mengantarkanku kearah berlainan
Di sudut kota tua, sudah terekam hampir 4 semester sejarah yang menderu-deru tercatat dalam buku yang kunamai 'kenangan di sudut kota Yogyakarta'
Rafika
(Puisi Memasuki Zona Senja di Kamar Kos)
